Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Elpiji di Bojonegoro Langka Mendekati Idul Fitri, Harga Tembus Rp 25 Ribu

Yana Dwi Kurniya Wati • Selasa, 17 Maret 2026 | 07:00 WIB

LANGGANAN: Kelangkaan elpiji 3 kg menjadi langganan di Bojonegoro setiap mendekati Idul Fitri. Meski, Pertamina klaim sudah tambah 3,6 tabung elpiji.
LANGGANAN: Kelangkaan elpiji 3 kg menjadi langganan di Bojonegoro setiap mendekati Idul Fitri. Meski, Pertamina klaim sudah tambah 3,6 tabung elpiji.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tak berbeda dari tahun lalu, masyarakat berbagai kecamatan di Bojonegoro kembali mengeluhkan kelangkaan elpiji subsidi dalam beberapa hari terakhir.

Pengecer dibatasi pembelian hingga pedagang berhenti produksi. Kelangkaan disebut adanya pembatasan pengiriman.

Anggun Shofia Ardila salah seorang warga domisili Kecamatan Kota mengaku, sudah tiga hari tak kunjung bisa membeli elpiji bersubsidi. Dia mengatakan, telah mencari di puluhan toko namun stok kosong.

"Per malam (15/3) ini sudah 27 tempat saya cari tidak ada yang punya. Mau masuk toko sudah diteriaki sama penjual kalau elpiji kosong," ujar Anggun, sapaannya.

Nikmatul Khoiriyah, pedagang kelontong sekaligus pengecer asal Kecamatan Ngraho mengatakan hal senada. Gas melon 3 kg itu mulai langka dan mahal. Menurutnya, kelangkaan ini sudah mulai sejak awal Ramadan hingga sekarang. "Saya ambil dari sales. Jual Rp 25 ribu harga pengecer, kulakan Rp 21 ribu," katanya.

Menurut dia, dari perbincangan dengan sales kelangkaan elpiji subsidi ini karena pengiriman dibatasi. Bahkan, ia yang memiliki sepuluh tabung hanya diberi bagian dua tabung. "Alasannya pengiriman dibatasi," beber dia.

Dia menambahkan, kelangkaan elpiji subsidi menjadi agenda tahunan menjelang lebaran. Tak hanya langka tapi juga mahal. Bahkan, kapan rencana pengiriman kembali terjadi belum bisa dipastikan. Tahun kemarin, lanjut dia, menjual di kisaran Rp 23-25 ribu per tabung.

"Tapi, ternyata di tempat lain ada yang jual Rp 30 ribu per tabung tahun lalu. Kalau saat ini, kemarin (Jumat, red) malam saya dapat dua tabung dengan harga satuannya Rp 21 ribu," katanya.

Sementara itu, Firdha Putri Ambarwati pedagang pizza mengaku berhenti produksi sementara, karena elpiji subsidi susah dicari. Ia mengaku, sudah tiga hari tak mendapat barang. Harga terakhir beli di Rp 20 ribu per tabung.

"Kami kan pedagang kecil ya, jual pizza Rp 15 ribu per kotak. Ini malah susah karena gas melon sulit didapat. Jadi, kami libur buat sementara. Padahal, ini di daerah penghasil minyak mentah," keluh dia.

Terpisah, Ira Rimbawa warga Kecamatan Kepohbaru mengaku elpiji subsidi di daerahnya masih terbilang aman. Dia membeli di tetangga dengan harga Rp 21 ribu per tabung. "Aman, beli di tetangga Rp 21 ribu. Di Kepohnya Rp 18 ribu per tabung," katanya.

Salah satu pangkalan di Kecamatan Kapas mengaku stok kosong. Biasanya, lanjut dia, barang datang Kamis-Sabtu. Sementara, harga masih tetap Rp 18 ribu tabung dari pangkalan.

"Stok kosong, nanti (Senin, red) sore baru datang. Telat pengiriman biasanya Kamis datangnya sampai Sabtu. Konsumen meningkat soalnya," kata dia. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#ramadan #tabung #pengecer #elpiji #elpiji bersubsidi #bojonegoro #kelangkaan elpiji #gas melon #Pedagang