RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Konsep kirab Api Abadi dalam rangka Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, api abadi dari Kayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, tidak langsung dibawa menuju Pendapa Malowopati Pemkab Bojonegoro.
Melainkan, terlebih dulu dikirab menuju penyemayaman sementara di Kecamatan Kalitidu pada Sabtu (17/10). Kemudian Kecamatan Trucuk pada Minggu (18/10), sebelum berakhir disemayamkan di Pendapa Malowopati hari ini (19/10).
Prosesi pengambilan Api Abadi Kayangan Api berlangsung Sabtu (17/10). Tradisi tahunan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HJB ke-349 yang sarat nilai sejarah dan budaya.
Sejumlah unsur adat dan seni tradisional turut terlibat, di antaranya Cucuk Lampah, tim rontek, juru kunci, dan waranggono yang menampilkan kesenian tradisional sebelum api diambil dan diserahkan secara berjenjang. Mulai juru kunci kepada kepala Desa Sendangharjo, kemudian kepada Camat Ngasem. Camat Ngasem Kasmari mengatakan, konsep tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kalau tahun-tahun sebelumnya, prosesi pengambilan api abadi di Kayangan Api langsung dibawa ke Pendapa Malowopati Pemkab Bojonegoro untuk disemayamkan.
Baca Juga: Rangkaian HJB ke-349 Diisi Agenda Keagamaan hingga Wisata
"Kemudian, malam tanggal 20 baru prosesi," terangnya.
Namun, untuk 2026 ini, mengambil konsep baru. Yakni, pengambilan api abadi dilakukan di Kayangan Api, Sabtu (17/10). Dari Kepala Desa Sendangharjo ke Camat Ngasem.
"Camat Ngasem mengantar api abadi sampai ke Kecamatan Kalitidu. Di Kalitidu, api abadi diterima Pak Camat Kalitidu. Untuk selanjutnya, disemayamkan," terangnya.
Dia berharap, dalam momen HJB ke 349 ini. Pemkab Bojonegoro bisa lebih membagiakan dan menyejahterakan masyarakat.
"Pemkab bisa lebih membahagiakan, menyejahterakan masyarakat Bojonegoro," harapnya.
Selain akan dilakukan penyemayaman api abadi dan doa bersama di Pendapa Malowopati petang hari ini (19/10). Tumpengan dan doa bersama juga digelar serentak seluruh desa kelurahan se-Bojonegoro petang ini (19/10) di Balai Desa/Kelurahan masing-masing. (ewi/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah