BANTUAN Subsidi Upah (BSU) bukan satu-satunya jawaban atas persoalan ekonomi pekerja. Di tengah tuntutan kebutuhan hidup yang terus berjalan, upah pas-pasan membuat pekerja masih harus berjuang mencukupi kebutuhan keluarga. Pemerintah pun diharapkan tidak hanya berfokus pada BSU, tetapi juga memikirkan kesejahteraan pekerja.
Ketua Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) Kabupaten Bojonegoro Anis Yuliati mengatakan, pekerja tentu senang jika kembali mendapat BSU. Bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya sekolah yang wajib dipenuhi.
“Kalau pun dapat, para pekerja sangat senang sekali. Mengingat sekarang ekonomi sulit, biaya sekolah juga wajib dipenuhi,” ujarnya.
Baca Juga: Disperinaker Bojonegoro Panggil Manajemen Hotel Diduga Menunggak Iuran BPJS Ketenagakerjaan
Meski demikian, menurut dia, persoalan kesejahteraan pekerja tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sementara. Pemerintah perlu memikirkan nasib banyak pekerja yang menerima upah pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan keluarga.
“Masalahnya bukan BSU, tetapi bagaimana pemerintah memikirkan begitu banyak pekerja dengan upah pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarga,” tegasnya.
Anis menambahkan, pekerja yang sudah memiliki penghasilan tetap saja masih harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut tentu lebih berat bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap.
Karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan dan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat perlu menjadi perhatian pemerintah. "Yang bekerja aja berperang dengan kebutuhan. Apalagi yang tidak memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap," ujarnya. (ewi/bgs)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah