27.495 Warga Bojonegoro Terdampak Kekeringan

Dewi Safitri • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:00 WIB
SOLUSI SEMENTARA: Warga menerima bantuan air bersih sebagai solusi sementara di musim kemarau, butuh solusi jangka panjang, agar kedepan tak ada lagi warga yang kesulitan air bersih. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
SOLUSI SEMENTARA: Warga menerima bantuan air bersih sebagai solusi sementara di musim kemarau, butuh solusi jangka panjang, agar kedepan tak ada lagi warga yang kesulitan air bersih. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - HUJAN mulai turun di sejumlah wilayah Bojonegoro dalam beberapa hari terakhir. Namun, intensitasnya masih tergolong rendah dan belum merata. Sebanyak 27.495 jiwa atau 9.437 kepala keluarga (KK) masih terdampak kekeringan. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Heru Wicaksi mengatakan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan diprediksi mulai pada November.

"Menurut BMKG November," ujarnya.

Perkiraan tersebut menjadi salah satu acuan untuk melihat perkembangan kondisi cuaca ke depan, meski waktu dan pemerataan hujan di setiap wilayah bisa berbeda.

Baca Juga: Kekeringan Melanda 74 Desa yang Tersebar di 19 Kecamatan

Sementara itu, berdasarkan data BPBD Bojonegoro hingga 12 Oktober 2026, laporan kekeringan dan permintaan bantuan air bersih tercatat di 86 desa yang tersebar di 21 kecamatan.

Sebanyak 1.453 tangki air bersih dengan total volume mencapai 7.265.000 liter telah disalurkan. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan pasokan air selama sumber air di sejumlah wilayah belum mencukupi.

Distribusi bantuan tidak hanya berupa air bersih. BPBD juga menyalurkan 285 lembar terpal, 672 jerigen, 66 unit gentong, dan 84 tandon.

Untuk itu, dia berharap, bulan ini hujan bisa turun lebih merata.

"9.437 KK dan 27.495 jiwa (terdampak kekeringan). Harapan kami, bulan ini hujan mulai merata," pungkasnya. (ewi/msu)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
air bersih kekeringan bpbd bojonegoro Hujan BMKG