Ternyata Sejak 1933 Gunung Pandan di Bojonegoro Sudah Jadi Tempat Healing Paling Diincar!

Bhagas Dani Purwoko • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 17:45 WIB
MENYUSURI GUNUNG: Komunitas Lari Upluk Runner menggelar event trail run sekitar 16 kilometer di Bojonegoro di Gunung Pandan. (M. IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEORO)
MENYUSURI GUNUNG: Komunitas Lari Upluk Runner menggelar event trail run sekitar 16 kilometer di Bojonegoro di Gunung Pandan. (M. IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEORO)

 3 Poin Inti Sejarah Gunung Pandan sebagai Tempat 'Healing':

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Buat kamu yang merasa cuaca Bojonegoro selalu terasa super panas, ternyata fenomena ini sudah dikeluhkan sejak zaman Hindia Belanda! Untuk melarikan diri dari suhu ekstrem tersebut, pemerintah kolonial dan Dinas Kehutanan pada tahun 1933 resmi menyulap Desa Klino di lereng Gunung Pandan menjadi resor kesehatan dan tempat peristirahatan (healing) akhir pekan.

Akses menuju lokasi ini akhirnya terbuka lebar berkat pembangunan jalan tembus sepanjang 49 kilometer yang sejalan dengan proyek pembangunan Waduk Pacal, dan resmi dibuka untuk lalu lintas mobil pada 14 Oktober 1933.

Kisah menarik tentang bagaimana orang-orang zaman dahulu mencari tempat healing ini tercatat dengan apik dalam arsip surat kabar kolonial De Indische courant terbitan 27 September 1933, yang kini dapat kamu telusuri secara digital melalui pangkalan data sejarah Belanda di delpher.nl.

Koresponden koran tersebut dengan jujur menuliskan betapa menyengatnya cuaca Bojonegoro saat musim kemarau. Karena terletak di area lembah dan dataran rendah, cuacanya dideskripsikan sebagai smoorheet atau panas yang mencekik.

Praktis, tidak ada pegunungan di dekat pusat kota untuk sekadar menghabiskan akhir pekan atau mencari "hidung dingin" (udara segar), kecuali Gunung Pandan yang memiliki ketinggian puncaknya di angka sekitar 900 meter di atas permukaan laut.

Baca Juga: Menengok Kekayaan Alam di Kaki Gunung Pandan, Terdapat Lumbung Porang Sejak Hampir Dua Dekade Lalu

Berawal Dari Pesanggrahan Terbengkalai

Sebenarnya, sejak lama sudah ada sebuah pesanggrahan (rumah peristirahatan) peninggalan pemerintah yang berdiri di Desa Klino pada ketinggian 500 meter. Sayangnya, karena kebijakan pemotongan anggaran (bezuiniging), pengelolaannya diserahkan kepada Dinas Kehutanan (Boschwezen).

Selain itu, akses jalan dari pusat kota Bojonegoro saat itu rusak parah dan hanya sebagian yang bisa dilewati, sehingga tidak ada warga yang mau bersusah payah pergi ke sana hanya untuk bersenang-senang.

Namun, nasib kawasan Klino berubah drastis seiring dengan dimulainya mega-proyek pembangunan Waduk Pacal, yang kebetulan hulu sungainya (Sungai Pacal) memang bermuara dari Gunung Pandan. Keberadaan proyek ini memaksa dibukanya jalan raya baru. Kendaraan roda empat akhirnya bisa membelah hutan sejauh 20 kilometer pertama dari jalan utama.

Tidak berhenti sampai di situ, Dinas Kehutanan dengan bantuan pemerintah kabupaten (regentschap) langsung mengebut perbaikan sisa jalan sepanjang 29 kilometer agar sepenuhnya bisa dilintasi mobil. Menyambut akses yang semakin mulus ini, pesanggrahan yang awalnya hanya memiliki 4 kamar langsung diperluas dengan tambahan dua kamar tamu berukuran besar.

Media masa itu memuji iklim di Klino yang sejuk menyerupai kawasan Lawang, namun dengan nilai plus udaranya yang mutlak kering karena belum banyak bangunan. Akhirnya, warga Bojonegoro pun memiliki destinasi resor relaksasi dan kesehatan yang benar-benar layak dibanggakan!

Informasi Tambahan: Waduk Pacal yang pembangunannya menjadi pionir pembukaan jalan ke Gunung Pandan ini diresmikan pada tahun 1933 (bersamaan dengan artikel koran tersebut diterbitkan) dan masih kokoh berdiri hingga hari ini sebagai salah satu bangunan bersejarah sekaligus infrastruktur pengairan vital di Bojonegoro. Kamu dapat merujuk informasi pelestarian sejarah dan status operasional bendungan peninggalan Belanda ini melalui portal resmi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro atau Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
gunung pandan klino Pesanggrahan iklim Waduk Pacal