Bojonegoro Berawal dari Jipang

M. Irvan Romadhon • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 07:50 WIB
Kilas Balik Bojonegoro, Dari Jipang, Rajekwesi, Hingga Nama Bojonegoro
Kilas Balik Bojonegoro, Dari Jipang, Rajekwesi, Hingga Nama Bojonegoro

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Matahun dan Jipang berkaitan erat dengan wilayah yang pusatnya kini dikenal sebagai Bojonegoro. Sehingga keberadaan Bojonegoto tak bisa lepas dari sejarah Matahun dan Jipang. Wilayah tersebut merupakan bagian dari Singhasari hingga Majapahit.

Muhammad Andrea dalam bukunya Maribog: Menafsir Ulang Rentetan Sejarah Bojonegoro menjelaskan Jipang, sebuah nama lama wilayah yang kini dikenal sebagai Bojonegoro.

Jejak nama wilayah Jipang sesungguhnya juga dapat ditelusuri lebih awal melalui berbagai literatur, terutama yang membahas struktur kewilayahan pada masa Singhasari hingga Majapahit.

Menurut Andre, lahirnya Jipang tidak dapat dipahami sebagai entitas tunggal sejak awal, melainkan sebagai hasil perkembangan dari proses pengelompokan sejumlah wilayah, yang kemudian dalam perkembangan terminologisnya dikenal sebagai Jipang setelah mengalami beberapa perubahan di masa akhir majapahit.

Baca Juga: Menuju HJB 349: Jipang, Rajekwesi, dan Bojonegoro

Hal ini ditandai dengan munculnya wilayah Matahun di letak geografis yang sama. ‘’Keberadaan Jipang-Matahun merepresentasikan satu konfigurasi historis yang terbentuk melalui interaksi faktor genealogis, politik dinasti, dan sistem pembagian apanase di masa Singhasari-Majapahit,”jelasnya.

Andre mengatakan, Matahun untuk pertama kalinya muncul secara jelas dalam sumber-sumber sejarah. Nāgarakṛtāgama mencatat bahwa wilayah ini merupakan bagian dari rangkaian daerah yang berada dalam lingkup kekuasaan Daha-Wengker.

Bersama Lasem, yang menjadi apanase putri Wijayarajasa dan Rajadewi Maharajasa, Matahun diberikan kepada menantu mereka sebagai wilayah apanase.

Menariknya, naskah tersebut juga menyebutkan bahwa sebelum dialihkan kepada menantunya, Matahun terlebih dahulu merupakan apanase pribadi penguasa Wengker, yakni Wijayarajasa.

Keterangan ini menunjukkan adanya kesinambungan penguasaan wilayah di lingkungan keluarga inti kerajaan. Wilayah Matahun inilah yang pada perkembangan berikutnya dikenal dengan nama Bojonegoro.

‘’Matahun bukan sekadar wilayah bawahan dalam struktur Majapahit, melainkan sebuah satuan pemerintahan yang telah memiliki birokrasi mapan dan terintegrasi dengan sistem administrasi kerajaan secara keseluruhan,” terangnya. (irv/msu)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
sejarah bojonegoro Nāgarakṛtāgama majapahit bojonegoro Jipang