3 Poin Inti Artikel:
-
Kepercayaan Tradisi Pulung: Sebanyak 200 warga pemilik hak suara rela menginap di luar ruangan demi menyaksikan secara langsung jatuhnya pulung, yakni bola api meluncur cepat yang dipercaya sebagai penentu calon lurah terpilih.
-
Ditemukan Pingsan Bersama Istri: Pada pukul 02.00 dini hari sebelum pemungutan suara, Mulyodidjoyo dan istrinya ditemukan tak sadarkan diri oleh warga di halaman rumahnya setelah diduga dihantam bola api misterius tersebut.
-
Kemenangan Telak dan Syukuran 250 Gulden: Mulyodidjoyo menang mendominasi dari 5 kandidat lain, lalu menghabiskan dana sekitar 250 Gulden untuk menggelar pesta slametan besar-besaran sebagai bentuk rasa syukur.
RADARBOJONEGORO.JAWWAPOS.COM - Moeljodidjojo resmi terpilih menjadi Lurah atau Kepala Desa Kauman Bojonegoro setelah berhasil meraup 177 suara dalam pemilihan kepemimpinan desa (bekel), yang digelar menyusul kaburnya lurah lama yang tersandung kasus penipuan.
Kemenangan mutlak ini didapatkan Moeljodidjojo setelah ia dan istrinya mendadak ditemukan pingsan di pekarangan rumah sekitar pukul 02.00 dini hari akibat tersambar pulung, fenomena bola api jatuh yang dipercaya warga setempat sebagai tanda wahyu kepemimpinan.
Kisah unik yang sarat dengan nuansa kebudayaan lokal ini tercatat secara autentik dalam arsip surat kabar zaman kolonial De locomotief terbitan 1 November 1939, yang kini tersimpan dan dapat kamu akses secara digital melalui pangkalan data delpher.nl.
Pemilihan di Desa Kauman yang diperkirakan pada akhir Oktober 1939 tersebut terpaksa digelar karena lurah muda berpendidikan di desa itu mendadak melarikan diri setelah melakukan kecurangan.
Sesuai dengan adat istiadat yang diyakini masyarakat setempat, calon yang kejatuhan pulung pada malam menjelang pemilihan dipastikan akan memenangkan suara terbanyak.
Oleh karena itu, sekitar 200 warga desa berkumpul dan bertahan di area terbuka sepanjang malam untuk menyaksikan fenomena mistis tersebut.
Peristiwa yang ditunggu-tunggu warga akhirnya terjadi menjelang subuh. Moeljodidjojo dilaporkan tersambar bola api yang bergerak sangat cepat. Sesaat setelah kejadian, warga menemukan Moeljodidjojo beserta istrinya tergeletak tak sadarkan diri di halaman rumah mereka.
Saat penghitungan suara dilakukan, peristiwa kejatuhan bola api itu terbukti berbanding lurus dengan hasil di TPS (tempat pemungutan suara). Dari lima kandidat yang bertarung, Moeljodidjojo berhasil mengungguli lawan-lawannya dengan angka yang sangat mencolok:
-
Moeljodidjojo: 177 suara
-
Sapoean (Carik Kauman): 39 suara
-
Abdoellah (Kamituwo Kauman): 11 suara
-
Hoerie (Mantan Kamituwo Desa Ledokwetan): 6 suara
-
Gogol Wardam: 5 suara
Merayakan kemenangannya yang selaras dengan petunjuk alam dan tradisi di desa tersebut, Moeljodidjojo tanpa ragu mengeluarkan dana hingga 250 Gulden, jumlah yang sangat besar pada era 1930-an atau setara Rp 2,5 juta untuk mengadakan tradisi slametan dan pesta bagi warga desanya. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko