RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kesuksesan tidak selalu harus berjalan dalam satu jalur. Bagi Dr. Vedhasari Puspita, S.H., M.M., M.Kn., profesionalisme justru dapat berkembang melalui berbagai bidang selama dijalankan dengan disiplin, keberanian, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar.
Dikenal sebagai notaris, Vedhasari telah bertahun-tahun berkecimpung dalam dunia hukum dan kenotariatan. Profesi yang menuntut ketelitian, integritas, serta tanggung jawab hukum tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya. Namun, aktivitasnya tidak berhenti di balik meja notaris.
Setelah menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar Doktor Ilmu Hukum, Vedhasari juga mengabdikan pengetahuan dan pengalaman profesionalnya dalam dunia akademik sebagai dosen ilmu hukum. Baginya, mengajar bukan sekadar menyampaikan teori dan peraturan perundang-undangan, tetapi juga mempertemukan dunia akademik dengan realitas praktik hukum yang berkembang di masyarakat.
Baca Juga: Perumda Bojonegoro Pangan Mandiri Raih Radar Bojonegoro Awards 2026, Perkuat Hilirisasi Pangan Lokal
Menariknya, di tengah kesibukannya sebagai notaris dan akademisi, Vedhasari juga memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat. Ia berani memasuki bidang yang sangat berbeda dari dunia hukum, salah satunya melalui bisnis kuliner Tjap Njonja Patisserie & Bistro.
Tjap Njonja dikembangkan bukan sekadar sebagai tempat menikmati makanan dan minuman. Sentuhan personal dihadirkan melalui konsep, suasana, hingga pilihan menu yang memadukan kreativitas dengan karakter tersendiri. Keberaniannya memasuki bisnis kuliner menunjukkan bahwa latar belakang profesi tidak harus menjadi batas bagi seseorang untuk mengeksplorasi potensi lain.
Dunia fashion pun menjadi bagian dari perjalanan kewirausahaannya. Ketertarikannya terhadap fashion, kain, kebaya, serta kekayaan budaya Indonesia berkembang menjadi ruang kreativitas sekaligus peluang usaha.
Empat bidang yang dijalaninya—notaris, dosen ilmu hukum, pengusaha kuliner, dan pengusaha fashion—sekilas terlihat sangat berbeda. Namun, Vedhasari melihat semuanya memiliki satu titik temu: keberanian untuk terus bertumbuh dan menciptakan nilai.
Dunia kenotariatan membentuk ketelitian dan integritas. Dunia akademik mendorongnya untuk terus belajar dan membagikan ilmu. Bisnis kuliner membuka ruang kreativitas dan inovasi, sedangkan fashion menjadi medium untuk mengembangkan sisi estetika sekaligus kecintaannya terhadap budaya.
Perjalanan tersebut tentu tidak selalu mudah. Menjalankan beberapa profesi sekaligus membutuhkan kemampuan membagi waktu, konsistensi, serta keberanian menghadapi kegagalan. Namun baginya, kegagalan merupakan bagian dari proses pembelajaran.
Perjalanan Vedhasari sekaligus menunjukkan wajah perempuan masa kini: berpendidikan, profesional, kreatif, mandiri, dan tetap berani membuka ruang-ruang baru untuk berkembang.
Baginya, keberhasilan bukan hanya tentang berapa banyak profesi atau usaha yang dapat dijalankan, melainkan tentang bagaimana setiap peran tersebut mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
Dari ruang kerja notaris menuju ruang kuliah, dari dapur bisnis kuliner hingga dunia fashion, perjalanan Dr. Vedhasari Puspita, S.H., M.M., M.Kn. membawa satu pesan sederhana: perempuan tidak harus memilih hanya satu jalan untuk berkarya. Ilmu memberikan fondasi, integritas menjaga langkah, dan keberanian membuka lebih banyak kemungkinan. (*)
Editor : Hakam Alghivari