RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sebanyak 61 guru SD dan SMP mendapat penugasan sebagai kepala sekolah (KS). Selain itu, delapan kepala sekolah juga dimutasi. Pelantikan dan penugasan tersebut berlangsung di Aula Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro, kemarin (25/9).
Meski puluhan guru telah mendapat penugasan sebagai kepala sekolah, kekosongan jabatan KS di sejumlah SD dan SMP masih terjadi. Kondisi tersebut disebabkan adanya kepala sekolah yang purna tugas atau pensiun serta berakhirnya masa penugasan.
Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdik Bojonegoro Fathur Rohim mengatakan, sebanyak 61 guru mendapat penugasan sebagai kepala sekolah baru. Mereka diharapkan mampu menjalankan amanah dengan baik serta menjadi pemimpin yang inspiratif, inovatif, dan profesional.
Baca Juga: Tim Asal Pamekasan Kuasai Tiga Tiket Semifinal, Satu Slot Tersisa Diamankan SMAN Ambunten Sumenep
“Kepala sekolah harus mampu menjadi penggerak perubahan menuju pendidikan Bojonegoro yang semakin berkualitas,” ujarnya.
Menurut Rohim, kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai administrator. Lebih dari itu, kepala sekolah memiliki peran sebagai pemimpin pembelajaran, penggerak perubahan, sekaligus pengelola sumber daya di satuan pendidikan.
Terkait masih adanya kekosongan jabatan kepala sekolah, Rohim mengatakan kondisi tersebut bersifat dinamis. Sebab, seiring berjalannya waktu, terdapat kepala sekolah yang memasuki masa purna tugas maupun berakhir masa penugasannya.
“Untuk jumlahnya masih dilakukan pendataan,” ungkapnya.
Baca Juga: Dinpora Bojonegoro Gandeng Akademisi Unigoro Susun Indeks Pembangunan Pemuda Berbasis Data
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, penugasan kepala sekolah dan pejabat fungsional merupakan amanah strategis yang tidak sekadar berkaitan dengan pelaksanaan tugas administratif. Penugasan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun fondasi sumber daya manusia (SDM) berkualitas di Kabupaten Bojonegoro.
“Ini bukan sekadar menjalankan tugas rutin, melainkan tugas mulia yang menuntut tanggung jawab penuh. Upaya ini adalah bagian inti dari komitmen kita bersama untuk membangun generasi yang cerdas, sehat, berakhlak mulia, serta memiliki daya saing tinggi di masa depan,” ungkapnya.
Bupati juga menginstruksikan kepala sekolah yang satuan pendidikannya ditunjuk sebagai pilot project untuk segera mengakselerasi kesiapan program kerja serta memperkuat kualifikasi manajerial. Kepala sekolah dituntut menjadi figur pemimpin yang mampu menjaga kekompakan, integritas, dan wibawa lembaga yang dipimpinnya.
Selain itu, Setyo menekankan pentingnya interaksi dan pola komunikasi yang humanis antara pendidik dan murid. Pendekatan pembelajaran, kata dia, tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus memperkuat pembinaan karakter dan mentalitas anak. (irv/zim)
Editor : Hakam Alghivari