RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kondisi dua bundaran di pusat Kota Bojonegoro, yakni Bundaran Jetak dan Bundaran Adipura, menjadi perhatian warga. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro didorong menata ulang kedua bundaran tersebut agar kendaraan besar, khususnya truk, lebih mudah bermanuver.
Usulan penataan itu antara lain dengan menghilangkan taman di tengah bundaran dan memperkecil ukurannya. Namun, rencana tersebut tidak bisa dilakukan sepihak oleh pemkab. Sebab, kedua bundaran berada di ruas jalan nasional sehingga perubahan fisik harus mendapat izin dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
Warga Kecamatan Pungpungan, Risma Adi Satria, mengatakan taman di tengah Bundaran Jetak dan Bundaran Adipura sebaiknya dihilangkan. Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah daerah sekitar, salah satunya Lamongan, yang tidak memiliki taman di tengah perempatan atau persimpangan jalan.
Baca Juga: Flyover Bundaran Jetak Bojonegoro Tak Jadi Dibangun
‘’Tentu ini mengganggu arus lalu lintas. Terutama truk besar dari luar kota yang tidak mengetahui kondisi jalan di wilayah Kota Bojonegoro,’’ jelasnya.
Menurut Risma, keberadaan taman di kedua bundaran tersebut juga kerap rusak akibat tersenggol truk besar yang melintas. Karena itu, dia mengusulkan agar taman dihilangkan sehingga kendaraan besar lebih leluasa ketika berbelok.
‘’Dihilangkan, tinggal tugunya saja, seperti Kartonyono di Kabupaten Ngawi,’’ ungkapnya.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, Bundaran Jetak dan Bundaran Adipura berada di jalan nasional. Karena itu, setiap perubahan terhadap kedua bundaran tersebut membutuhkan izin dari pengelola jalan nasional.
Meski demikian, pemkab telah mengajukan izin untuk memperkecil Bundaran Jetak. Menurut Setyo, meskipun pembangunan bundaran dilakukan oleh pemkab, aset jalan tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui BBPJN.
‘’Harus izin dulu,’’ terangnya.
Setyo juga menilai pembangunan tugu baru di Bundaran Jetak bukan menjadi prioritas. Menurut dia, anggaran daerah sebaiknya digunakan untuk kebutuhan yang lebih mendesak.
Selain itu, dia menyoroti keberadaan tugu di Bundaran Jetak yang selama ini kerap berganti setiap terjadi pergantian bupati.
‘’Mending untuk lainnya. Namun, tetap akan dikecilkan sedikit,’’ ungkapnya. (irv/zim)
Editor : Andhika Feriawan