RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – PANEN tembakau mulai dirasakan sejumlah petani di beberapa wilayah. Harganya pun mulai merangkak naik, mencapai Rp 40 ribu per kilogram (kg) rajang kering. "Ini sudah petikan keempat harga Rp 40 ribu per kg rajang kering," kata Sahdan petani tembakau asal Desa Genjor, Kecamatan Sugihwaras, Senin (10/8).
Dia melanjutkan, harga tersebut untuk tembakau jenis Virginia K326/CK. Pada petikan pertama dibeli Rp 30 ribu per kg, selanjutnya kedua dan ketiga di angka Rp 35-36 ribu per kg. "Mulai tanam itu awal Juni. Kami jual ke tengkulak sekitar. Hanya, saat prosesnya kemarin kendala di pertumbuhan tidak maksimal, sulit dan kekurangan air," keluh dia.
Sementara itu, Ilham petani tembakau asal Desa Kacangan, Kecamatan Tambakrejo mengaku belum panen untuk saat ini. Mulai tanam akhir Juni atau sekitar awal Juli. Dia memprediksi mulai panen bulan depan. "Kendala itu di air susah terus banyak ulat yang makan tembakau," katanya.
Terpisah, pemerintah kabupaten (pemkab) memberi bantuan pupuk NPK kepada petani tembakau sebanyak 526.925 kg atau 526,9 ton. Dengan luas lahan ditanami emas hijau ini sekitar 3.011 hektare (ha) pada kemarau 2026 ini. Awal Agustus pupuk mulai disalurkan dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) ke 55 gabungan kelompok tani (gapoktan).
"Kami berharap bantuan ini dimanfaatkan secara optimal," Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman DKPP Bojonegoro Yuseriza A. Leksana.
Baca Juga: Panen Perdana Daun Tembakau Rp 2.000 Per Lembar, Harga Rajangan Rp 40 Ribu Per Kilogram
Riza sapaannya meneruskan, bantuan pupuk NPK sebanyak hampir 527 ton tersebut bagian dari komitmen pemkab dalam memperkuat sektor pertanian tembakau. Persisnya, dalam meringankan beban petani tembakau, mendorong peningkatan produksi tembakau, dan menghasilkan tembakau berkualitas.
‘’Kami juga aktif melakukan pendampingan kepada kelompok tani. Agar bantuan dimanfaatkan secara tepat dan berdampak nyata,’’ jelasnya.
Gapoktan Sumber Rezeki di Desa Sumberagung, Kecamatan Kepohbaru, salah satu gapoktan penerima bantuan pupuk NPK tersebut. Gapoktan ini mengelola lahan tembakau seluas 125 hektare. Menerima bantuan pupuk NPK dari DKPP Bojonegoro sebanyak 21,8 ton.
Selain Gapoktan Sumber Rezeki, Gapoktan Tani Maju Sejahtera di Desa Banjarjo, Kecamatan Sumberrejo, juga salah satu penerima. Gapoktan ini mengelola lahan seluas 220 hektare. Menerima bantuan pupuk NPK dari sebanyak 38,5 ton.
Mewakili Gapoktan Sumber Rezeki, Suprapto mengatakan, bantuan pupuk NPK tersebut sangat berarti baginya serta sejawatnya. "Bantuan ini mampu mengurangi beban biaya produksi yang setiap tahun terus meningkat," harapnya.
Bojonegoro dikenal sebagai daerah penghasil tembakau di Jawa Timur (Jatim). Tercatat sebagai penyumbang produksi tembakau terbesar kedua di Jatim dengan produksi mencapai sekitar 14.163 ton.
Baca Juga: Kekeringan Hambat Perluasan Penanaman Tembakau di Bojonegoro
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono berharap, produksi tembakau pada 2026 kembali mengalami peningkatan. Dia mengatakan, sejumlah upaya telah dilakukan, di antaranya bantuan benih tembakau kepada petani. "Bantuan tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan komiditas tembakau menjadi salah satu andalan pertanian Bojonegoro," katanya. (yna/bgs)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah