RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Setelah serah terima jabatan 31 Juli lalu, Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty, mengawali kinerjanya dengan roadshow silaturrahmi ke stakeholder.
Orang nomor satu di Korps Bhayangkara Bojonegoro itu kemarin (10/8) silaturrahmi ke Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro. Dari roadhow sebelumnya di antaranya Pemkab Bojonegoro, ke Majelis Ulama Indonesia ( MUI), PD Muhammadiyah, hingga Perguruan Silat.
AKBP Yenni Diarty menyampaikan terima kasih atas sambutan keluarga besar PCNU Bojonegoro. Kunjungannya bagian dari upaya mengenalkan diri sekaligus membangun komunikasi dalam menjalankan tugas sebagai Kapolres Bojonegoro.
Baca Juga: Temui PD Muhammadiyah Bojonegoro, Kapolres AKBP Yennni Diarty Bangun Kolaborasi Jaga Kondusivitas
“Harapan kami datang ke sini (PCNU) sebagai perkenalan diri, mengenalkan sebagai Kapolres baru, tentunya untuk pelaksanaan tugas kami ke depan,” kata AKBP Yenni Diarty.
Menurut dia, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.
“Kami juga tidak bisa bekerja sendiri. Mohon kiranya Bapak-bapak, Ibu-ibu, keluarga besar PCNU bisa menerima kami,” ujarnya.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Ta’aruf dan silaturahim ini diharapkan menjadi awal semakin eratnya komunikasi antara PCNU Bojonegoro dan Polres Bojonegoro di bawah kepemimpinan AKBP Yenni Diarty.
Ketua PCNU Bojonegoro dr. Kholid Ubed menyampaikan selamat datang sekaligus menegaskan kesiapan PCNU Bojonegoro membangun komunikasi dan kerja sama dengan Kapolres Bojonegoro yang baru.
Baca Juga: Sinergi dengan Tokoh Agama, Kapolres AKBP Yenni Diarty Kulonuwun ke Ketua MUI Bojonegoro
Kedatangan AKBP Yenni Diarty bersama jajaran PJU Polres Bojonegoro menjadi pertemuan penting untuk membangun kedekatan dan komunikasi antara Polres Bojonegoro dengan keluarga besar NU.
“Kami mempunyai Banom (badan otonom) banyak,” katanya.
Menurutnya, hubungan yang baik antara ulama, organisasi kemasyarakatan dan kepolisian penting untuk terus dibangun demi menjaga kondusivitas daerah.
“Selamat datang, semoga kerasan dan nyaman di Bojonegoro. Kita siap bekerja sama, siap bergandengan tangan untuk Bojonegoro,” tegasnya. (yna/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah