"Fakta di lapangan, bahwa suhu mengalami peningkatan, kemarau lebih panjang di 2026. Untuk 2025, hujan masih ada terus sepanjang tahun," kata Kepala Dinas Damkarmat Bojonegoro Siswoyo
Dia menjelaskan, kebakaran per Juli 2025 terdapat 105 kejadian. Meningkat per Juli 2026 sebanyak 226 kejadian. Meningkatnya jumlah kebakaran tahun ini dipicu karena adanya peningkatan suhu. Musim kemarau juga lebih panjang, dibanding 2025 yang masih sering hujan.
Baca Juga: 11 Desa Krisis Air Bersih, BPBD Telah Salurkan 51 Tangki Juga Sosialisasi Cegah Kebakaran Hutan
Menurut dia, kejadian kebakaran 2025 yang didominasi kebocoran gas elpiji dan meteran listrik. Sebaliknya, kebakaran periode Juli 2026 didominasi pembakaran sampah sebanyak 87 perkara atau 38,5 persen. Kemudian, akibat konsleting listrik sekitar 55 perkara atau 24,3 persen dari total kejadian di tahun ini.
Sementara itu, kebakaran pada Januari-Juli 2026 paling banyak terjadi di lahan/perkarangan/sampah/jerami/rumpun bambu. Yakni, sebanyak 84 kejadian. Selanjutnya, terjadi di permukiman atau rumah sekitar 29 kejadian. Disusul pada meteran listrik/kabel/travo/gardu listrik terjadi sebanyak 28 kejadian.
Siswoyo menegaskan, kebakaran akibat pembakaran sampah meningkat drastis di tahun ini. Dibanding tahun sebelumnya.
"Iya (dapat dikatakan kebakaran akibat pembakaran sampah meningkat drastis di tahun ini)," ujarnya.
Data Damkarmat Bojonegoro menunjukkan, lonjakan kebakaran tahun ini mulai terlihat sejak Juni dan memuncak pada Juli. Sepanjang Januari tercatat 10 kejadian, Februari 17 kejadian, Maret 19 kejadian, April 11 kejadian, Mei 15 kejadian, Juni 29 kejadian, dan Juli mencapai 125 kejadian.
Dari kejadian kebakaran yang terjadi dari Januari hingga Juli 2026 ini. Dinas Damkarmat Bojonegoro mencatat, total kerugian akibat kebakaran mencapai Rp 11,55 miliar. Meski demikian, petugas berhasil menyelamatkan aset senilai sekitar Rp 114,09 miliar.
Siswoyo mengimbau, masyarakat meningkatkan kewaspadaan untuk menekan risiko kebakaran. Di antaranya, selalu mengecek kabel-kabel listrik di rumah, sehingga apabila ada kabel usang bisa diketahui. Kemudian, tidak menumpuk colokan listrik yang bisa menimbulkan konslet.
"Kami juga berharap, masyarakat tidak membakar sampah sembarangan yang bisa menimbulkan kebakaran lahan, rumpun bambu, dan lainnya," pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah