Bendungan Gerak Bojonegoro Jadi Surga Para Pemancing

Farhan Reza Ardiansyah • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 08:00 WIB
MEMANCING : Seorang warga sedang memancing ikan di Bendung Gerak di wilayah Kecamatan Kalitidu. (REZA/RADAR BOJONEGORO)
MEMANCING : Seorang warga sedang memancing ikan di Bendung Gerak di wilayah Kecamatan Kalitidu. (REZA/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Bendung Gerak di wilayah Desa Ngringinrejo Kecamatan Kalitidu masih menjadi salah satu destinasi favorit para pemancing. Hampir setiap hari kawasan ini dipadati warga yang datang untuk mencari ikan sekaligus menghabiskan waktu luang.

Salah satu pemancing, Bowo, mengatakan aktivitas memancing di Bendung Gerak berlangsung selama 24 jam. Menurutnya, waktu paling ramai biasanya terjadi pada Sabtu dan Minggu sore ketika banyak warga libur bekerja.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Tebar 53.033 Benih Ikan di Bendungan Gerak

Bendung Gerak memiliki beragam jenis ikan air tawar yang menjadi incaran para pemancing. Beberapa di antaranya adalah ikan patin, bader, hampala, dan wader.

Meski demikian, dalam beberapa pekan terakhir hasil tangkapan dinilai menurun. Bowo menduga kondisi tersebut dipengaruhi oleh adanya limbah yang masuk ke perairan bendungan, meskipun belum diketahui secara pasti asal maupun jenis limbah tersebut.

"Beberapa minggu ini banyak limbah. Tidak tahu limbah apa, tapi orang-orang sini bilang memang ada limbah. Jadi ikannya sekarang jarang mau makan umpan," katanya kepada Radar Bojonegoro.

Menurutnya, hasil tangkapan biasanya akan meningkat saat awal musim hujan. Pada periode tersebut, ikan lebih aktif sehingga peluang mendapatkan hasil yang banyak juga lebih besar.

Baca Juga: Bendungan Gerak Penopang Irigasi Pertanian saat Kemarau

Dalam sekali memancing, Bowo mengaku tidak pernah menargetkan jumlah tertentu. Namun saat kondisi sedang bagus, ia bisa membawa pulang sekitar 15 hingga 17 kilogram ikan. Sementara ketika hasil sedang sepi, tangkapannya berkisar antara 5 hingga 7 kilogram.

"Kalau yang pakai jaring hasilnya bisa lebih banyak. Biasanya yang menjala itu bapak bapak yang punya warung," tambahnya.

Sebagian besar hasil pancingannya dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga. Ikan yang didapat biasanya diolah menjadi lauk, sedangkan jika hasilnya melimpah akan dibagikan kepada saudara dan tetangga.

"Saya kalau mancing ya buat dimakan sendiri. Kalau banyak ya saya bagi ke saudara sama tetangga," tuturnya. (rez/zim)

 

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
bendunga gerak ikan mancing bojonegoro