Ruko Taman Rajekwesi Mulai Dibongkar Disulap Jadi Ikon Baru Bojonegoro

M. Nurkhozim • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 07:10 WIB
DIBONGKAR : Ruko Taman Rajekwesi yang mulai dibongkar kemarin. (REZA/RADAR BOJONEGORO.)
DIBONGKAR : Ruko Taman Rajekwesi yang mulai dibongkar kemarin. (REZA/RADAR BOJONEGORO.)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM –  Revitalisasi kawasan Taman Rajekwesi resmi dimulai. Ruko-ruko yang selama ini sepi aktivitas mulai dibongkar untuk diganti dengan bangunan tiga lantai berkonsep modern. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menargetkan kawasan tersebut menjadi ikon baru sekaligus pusat aktivitas ekonomi dan kuliner.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro Satito Hadi mengatakan, revitalisasi dilakukan secara menyeluruh. Seluruh bangunan lama akan dibongkar sebelum pembangunan gedung baru dimulai.

"Lantai dasar akan digunakan untuk Dekranasda, sedangkan lantai dua menjadi coffee shop dan food court dengan konsep yang lebih modern. Selama ini kawasan tersebut memang sepi, sehingga akan kami tata agar lebih menarik," ujarnya.

Baca Juga: Ruko Taman Rajekwesi Sisa Tiga Penghuni, Pemkab Bojonegoro Siapkan Anggaran Revitalisasi Rp19,9 M

Menurut Satito, bangunan yang telah berdiri sekitar 10 tahun itu sudah membutuhkan pembaruan agar lebih representatif dan mampu menarik minat masyarakat.

"Target pembangunan selesai pada akhir tahun ini," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Bojonegoro Akhmadi mengakui aktivitas usaha di kawasan Taman Rajekwesi selama ini kurang berkembang. Kawasan tersebut hanya ramai pada malam hari karena sebagian besar pedagang baru membuka usahanya menjelang sore hingga malam, mengikuti waktu kunjungan masyarakat ke taman.

Kondisi tersebut membuat usaha para pedagang sulit berkembang. Terlebih saat musim hujan, jumlah pengunjung menurun drastis sehingga omzet pedagang ikut terdampak.

Baca Juga: Ruko Taman Rajekwesi Bakal Dibongkar Total, Pemkab Bojonegoro Siapkan Konsep Baru

"Saat ini yang masih bertahan hanya tiga pedagang, yakni penjual nasi goreng dan kedai kopi. Sementara puluhan ruko lainnya sudah lama tidak beroperasi," jelasnya.

Untuk menghidupkan kembali kawasan itu, Pemkab Bojonegoro mengalokasikan anggaran sebesar Rp19,9 miliar pada tahun ini. Melalui revitalisasi tersebut, kawasan Taman Rajekwesi diharapkan tidak hanya ramai pada malam hari, tetapi juga menjadi destinasi kuliner dan ruang publik yang menarik dikunjungi sejak siang hingga malam.

"Kami ingin masyarakat lebih nyaman datang dan berlama-lama di kawasan tersebut," ujarnya.

Baca Juga: Pagu Revitalisasi Taman Rajekwesi Dipasang Rp 225 Juta

Meski demikian, Akhmadi belum dapat memastikan mekanisme penempatan tenant di food court yang akan dibangun. Termasuk apakah tiga pedagang yang masih bertahan akan diprioritaskan menempati lokasi baru.

"Hal itu akan dibahas lebih lanjut setelah proses pembangunan selesai," pungkasnya. (zim)

 

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
revitalisasi taman rajekwesi pemkab bojonegoro taman rajekwesi bojonegoro