RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Rangkaian asesmen lapangan dan validasi Aspiring UNESCO Global Geopark (UGGp) di Kabupaten Bojonegoro berlanjut di hari kedua, kemarin (29/7). Pada hari kedua, dua asesor dari UNESCO mengunjungi enam situs Geopark Bojonegoro.
General Manager Badan Pengelola Geopark Bojonegoro, Andik Sudjarwo mengatakan, pelaksanaan asesmen Geopark Bojonegoro di hari kedua, Rabu (29/7). Meliputi enam situs.
Di antaranya, Kedung Lantung, Sentra Batik Temayang, Hutan Jati Gondang, Banyu Kuning, Negeri Atas Angin, dan Kayangan Api.
Baca Juga: Optimistis Menuju Pengakuan Dunia, Bojonegoro Jalani Validasi UNESCO Global Geopark
‘’Betul (mengunjungi enam situs geopark pada asesmen hari kedua ini),’’ ujarnya.
Menurut Andik, saat memberikan keterangan, tepatnya kemarin (29/7) pukul 15.39 WIB. Rombongan masih dalam perjalanan dari Negeri Atas Angin menuju Kota Bojonegoro. Sementara itu, kunjungan ke Kayangan Api dijadwalkan berlangsung pada malam hari.
‘’Untuk Kayangan Api masih nanti malam. Ini masih dalam perjalanan dari Negeri Atas Angin menuju Bojonegoro kota,’’ terangnya.
Sebelumnya, Asesor UNESCO Mr. Andreas Josef Schüller dari Jerman dan Li Yue dari China, beserta rombongan telah mengawali asesmen lapangan pada situs-situs geopark di wilayah Barat. Dimulai pada Geosite Antiklin Kawengan, dengan peninjauan singkapan antiklin di sisi kiri dan kanan kawasan tersebut. Dilanjutkan dengan mengunjungi Rumah Singgah dan Museum Geopark Wonocolo, Kebun Alpukat, View Point Teksas Wonocolo, Geosite Wonocolo Hargomulyo, hingga diakhiri di Geosite Formasi Bulu.
Baca Juga: Dua Situs Dampingan Unigoro Jadi Sorotan dalam Pre Assessment UNESCO Geopark Bojonegoro
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro tersebut mengatakan, bahwa asesmen lapangan dan validasi Aspiring UNESCO Global Geopark (UGGp) di Kabupaten Bojonegoro berjalan dengan lancar. Termasuk, pelaksanaan dihari kedua kemarin (29/7).
‘’Alhamdulillah, semua berjalan lancar,’’ ujarnya.
Terpisah, perajin batik di Kecamatan Temayang, Seto Utoro mengatakan, bahwa benar Sentra Batik Temayang menjadi salah satu jujukan pada asesmen lapangan kemarin (29/7).
Baca Juga: Menuju UNESCO Global Geopark, Bojonegoro Kebut Revitalisasi Rembesan Minyak Alami Kedung Lantung
‘’Nggih, jadi jujukan dari beberapa asesmen,’’ katanya. (ewi/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah