Cara Mengatasi Bau Kotoran Ayam, Panduan Praktis untuk Peternak Pemula

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 18:14 WIB
Kebersihan kandang menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha peternakan ayam. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Kebersihan kandang menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha peternakan ayam. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kebersihan kandang menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan usaha peternakan ayam. Selain menjaga kesehatan ternak, pengelolaan kotoran yang baik juga dapat mengurangi bau tidak sedap yang sering menjadi keluhan lingkungan sekitar.

Bagi peternak pemula, bau kotoran ayam sering kali menjadi tantangan utama. Bau tersebut umumnya berasal dari gas amonia yang terbentuk akibat penumpukan kotoran bercampur dengan sisa pakan dan kelembapan yang tinggi. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat mengganggu kesehatan ayam, menurunkan produktivitas, bahkan memicu konflik dengan warga sekitar.

Berikut beberapa cara yang dapat diterapkan untuk mengurangi bau kotoran ayam.

1. Rutin Membersihkan Kandang

Kotoran ayam sebaiknya dibersihkan secara berkala agar tidak menumpuk. Frekuensi pembersihan dapat disesuaikan dengan jumlah populasi ayam, namun idealnya dilakukan setiap hari atau beberapa kali dalam seminggu. Kandang yang bersih akan mengurangi pembentukan gas amonia.

2. Menjaga Kondisi Kandang Tetap Kering

Kelembapan yang tinggi mempercepat proses pembusukan kotoran. Oleh karena itu, peternak perlu memastikan kandang memiliki ventilasi yang baik dan segera memperbaiki saluran air atau tempat minum yang bocor. Lantai kandang yang tetap kering dapat membantu mengurangi bau.

Baca Juga: Bahaya Penyakit Newcastle Disease pada Ayam Petelur, Peternak Wajib Waspada!

3. Menggunakan Bahan Penyerap

Bahan seperti sekam padi, serbuk gergaji, atau jerami kering dapat digunakan sebagai alas kandang. Selain menyerap kelembapan, bahan-bahan tersebut juga membantu mengurangi bau dan membuat lingkungan kandang lebih nyaman bagi ayam.

4. Memanfaatkan Mikroorganisme atau Probiotik

Aplikasi mikroorganisme pengurai atau probiotik pada kotoran dapat mempercepat proses dekomposisi sehingga pembentukan gas penyebab bau menjadi lebih rendah. Cara ini juga berpotensi menghasilkan kompos yang lebih berkualitas.

5. Mengatur Pemberian Pakan

Pakan yang berkualitas dan sesuai kebutuhan ayam membantu proses pencernaan menjadi lebih optimal. Sisa pakan yang berlebihan sebaiknya segera dibersihkan karena dapat membusuk dan memperparah bau di dalam kandang.

6. Mengolah Kotoran Menjadi Pupuk

Alih-alih dibuang, kotoran ayam dapat diolah menjadi pupuk organik melalui proses pengomposan. Selain mengurangi bau, cara ini juga memberikan nilai tambah karena pupuk hasil olahan dapat dimanfaatkan sendiri atau dijual.

7. Menanam Vegetasi di Sekitar Kandang

Menanam pohon atau tanaman di sekitar area peternakan dapat membantu menyaring udara serta mengurangi penyebaran bau ke lingkungan sekitar. Langkah ini juga membuat area peternakan terlihat lebih asri.

Menjaga Hubungan Baik dengan Lingkungan

Selain menerapkan pengelolaan kandang yang baik, peternak juga disarankan menjaga komunikasi dengan masyarakat sekitar. Upaya menjaga kebersihan dan mengurangi bau menunjukkan komitmen peternak terhadap lingkungan sehingga dapat menciptakan hubungan yang harmonis.

Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana tersebut secara konsisten, peternak pemula dapat menciptakan kandang yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. Pengelolaan kotoran yang baik tidak hanya mengurangi bau, tetapi juga meningkatkan kesehatan ayam, produktivitas usaha, serta mendukung keberlanjutan bisnis peternakan dalam jangka panjang. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
kotoran ayam gas amonia kandang ayam peternak Ayam