Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pedagang Pasar Kota Bojonegoro Terpencar: Pemkab Bojonegoro Klaim Steril

Yana Dwi Kurniya Wati • Minggu, 19 Juli 2026 | 08:00 WIB
BELUM KOMPAK: Pedagang Pasar Kota selama proses pembangunan berjualan di Pasar Wisata. Namun, sebagian masih berjualan di sekitar trotoar sekitar Pasar Kota.(YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
BELUM KOMPAK: Pedagang Pasar Kota selama proses pembangunan berjualan di Pasar Wisata. Namun, sebagian masih berjualan di sekitar trotoar sekitar Pasar Kota.(YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Proses pemindahan pedagang Pasar Kota selama proses pembangunan masih memanas. Para pedagang, khususnya lesehan, hingga kemarin (18/7) masih terpencar.

Namun, dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (dindagkopum) mengklaim seputaran Pasar Kota sudah steril.

"Kan pemerintah sudah menyediakan penampungan di Pasar Wisata, walau tidak memadai tapi tidak lepas tangan. Tapi, pedagang memilih jalan sendiri mendirikan di Pasar Sapi terus samping Koco Sasmito," ujar Erna, salah satu pedagang Pasar Kota yang kini berjualan di Pasar Wisata.

Baca Juga: TPS Terpecah di Empat Lokasi, Pedagang Pasar Kota Bojonegoro Keluhkan Omzetnya Turun

Menurut dia, sepi atau ramainya penjualan maupun pasar harus adaptasi dulu. Dia memilih berpindah ke Pasar Wisata karena sewa lahan per toko di luar itu tembus Rp 6 juta per tahun. Belum termasuk renovasi dan listrik.

"Sebenarnya pembeli juga mengeluhkan mengapa tidak jadi satu, tapi pemikiran orang kan beda-beda ya. Kalau di Pasar Wisata itu satu kotak atau bidak bayar kontribusi Rp 2.500 per hari. Kalau mau pakai lebih dari satu dikalikan itu. Sudah dapat fasilitas listrik," bebernya. 

Sementara itu, Kepala Dindagkopum Bojonegoro Moh. Akhmadi menyampaikan, belum semua pedagang terutama lesehan pindah ke Pasar Wisata.

Menyusul pengumuman pemerintah kabupaten (pemkab) melalui media sosial (medsos) yang menyatakan Jumat (17/7) hari terakhir aktivitas dagang di Pasar Kota.

Baca Juga: Pedagang Pasar Kota Minta Tata Ulang TPS, Pemkab Berjanji Menertibkan

Kemudian, pada Sabtu (18/7) seluruh pedagang lesehan berpindah ke Pasar Wisata sebagai tempat penampungan sementara (TPS).

Akhmadi menyampaikan, masih ada pedagang berjualan di luar Pasar Wisata, seperti sekitar Koco Sasmito di Jalan Jaksa Agung Suprapro, Banjarejo. "Belum semua pindah ke Pasar Wisata, namun di seputaran Pasar Kota sudah steril. Tadi ada yang di jalan sekitar Koco Sasmito," bebernya. (yna/msu)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
pemkab bojonegoro pembangunan bojonegoro Pasar Kota Bojonegoro Pedagang