RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Komisi B DPRD Bojonegoro menilai rencana pemerintah kabupaten (pemkab) untuk memberi subsidi pakan menjadi solusi jangka pendek.
Tentu bisa dilakukan ketika kondisi harga telur yang turun dan harga pakan tinggi.
Namun perlu ada solusi jangka panjang. Sehingga keluarga penerima manfaat (KPM) gerakan beternak ayam mandiri (Gayatri) tak bergantung pada subsidi pakan tersebut.
Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi mengatakan, subsidi bantuan pakan sifatnya intervensi sementara.
Bukan solusi jangka panjang. Subsidi bisa dilakukan jika terjadi shock pasar tepatnya ada ketidakstabilan harga telur seperti saat ini.
Baca Juga: Pemkab Bojonegoro Siapkan Subsidi Pakan Ayam Gayatri
''Kalau subsidi pakan ini tentu bisa menjadi intervensi jangka pendek, bukan terus menerus. Karena tujuan program ini kemandirian ekonomi," tegasnya.
Sally menjelaskan, memang hari ini produksi telur ayam negeri surplus dibandingkan dengan kebutuhan pasar. Kondisi ini tidak terjadi di Bojonegoro saja tetapi secara nasional.
Menurut Sally gayatri jangan dilihat sebagai program pemberian bantuan ayam saja.
Namun harus komprehensif, pemberian ayam, kontrol ketersediaan atau pengolahan pangan lokal, pemasaran, pengawasan dan pendampingan.
Sehingga evaluasi dari 1 tahun program ini berjalan tidak cukup dengan satu solusi.
Sally menekankan ada beberapa solusi yang perlu dilakukan. Seperti penyerapan atau pemasaran.
Salah satunya dengan beberapa waktu lalu pemkab sudah merespon dengan surat edaran ASN, rumah sakit, SPPG untuk menyerap telur gayatri.
Baca Juga: Pemkab Harus Memberi Subsidi Pakan Ayam Gayatri
Selain itu, membuat mini pabrik pakan dengan bahan pangan yang tersedia melimpah di Bojonegoro.
Pabrik ini harus didorong agar ketergantungan terhadap pakan dari pabrikan di luar Bojonegoro berkurang.
Kemudian penjualan secara kolektif. Tentu pemasarannya bisa dilakukan secara kolektif misal melalui koperasi. Sehingga KPM gayatri juga bisa mendapat harga telur yang baik. (irv/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko