RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tahun anggaran 2026 sudah berjalan satu semester per 30 Juni. Namun, serapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sekitar 25,7 persen.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) optimistis mencapai realiasi 90 persen hingga akhir tahun mendatang.
Berdasar data badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD), serapan APBD di angka Rp 1,6 triliun atau 25,7 persen dari anggaran Rp 6,3 triliun.
Di antaranya untuk belanja operasional Rp 1,3 triliun atau 34,1 persen dari pagu Rp 3,8 triliun. Di dalamnya ada realiasi belanja pegawai Rp 905,7 miliar atau 42,2 persen dari pagu Rp 2,1 triliun dan belanja barang dan jasa Rp 362,2 miliar atau 25,8 persen dari anggaran Rp 1,3 triliun.
Kemudian, belanja hibah realiasi Rp 30 miliar atau 12,7 persen dari Rp 236 miliar; belanja bantuan sosial Rp 26,5 miliar atau 26,2 persen dari pagu Rp 100,9 miliar; dan belum ada realiasi di belanja subsidi dengan anggaran Rp 1,4 miliar.
Baca Juga: Desak Bupati Evaluasi Kinerja Kepala OPD, Terkait Langganan Silpa APBD sejak 2020
Kepala Bidang (Kabid) Akuntansi BPKAD Bojonegoro Anie Susanti Hartoyo menyebut, realisasi tersebut tidak beda jauh dari periode yang sama tahun lalu.
Yakni, di 30 Juni 2025 serapan APBD di angka 24 persen atau Rp 1,8 triliun dari pagu anggaran Rp 7,8 triliun. "Tidak beda jauh, banyak sekarang karena uangnya lebih sedikit," kata Anie.
Sementara itu, , di sisi pendapatan sudah terealisasi 45 persen atau Rp 1,9 triliun dari target dipasang Rp 4,3 triliun.
Serapan hingga akhir tahun, Anie optimisitis 90 persen. "Optimistis 90 persen. Optimistis silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran) tinggal 10 persen. Pekerjaaan fisik semua tuntas," klaim dia. (yna/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko