BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengikuti pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro, Rabu (24/6). Sebelumnya, pendataan juga telah dilakukan terhadap Wakil Bupati Nurul Azizah dan Sekretaris Daerah Edi Susanto.
Usai mengikuti pendataan, Wahono menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, data yang diperoleh dari sensus akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam menyusun kebijakan pembangunan ke depan.
"Sensus Ekonomi 2026 ini harapannya menjadi bagian dari solusi kita ke depan. Data yang terkumpul akan menjadi pondasi dalam membuat kebijakan, baik di pemerintah daerah maupun pemerintah pusat," ujarnya.
Wahono juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir ketika didatangi petugas BPS dan menyampaikan data sesuai kondisi yang sebenarnya.
"Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menyampaikan data apa adanya. Data ini digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan dan tidak ada kaitannya dengan hal-hal lain," tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Bojonegoro Syawaluddin Siregar menjelaskan, sebanyak 1.479 petugas diterjunkan untuk melaksanakan pendataan selama 2,5 bulan, mulai pertengahan Juni hingga 31 Agustus 2026. Petugas akan mendatangi rumah-rumah dan tempat usaha secara door to door.
"Kami mohon masyarakat menerima petugas dengan baik. Pendataan ini semata-mata untuk mendapatkan data ekonomi yang lebih baik sebagai dasar pembuatan kebijakan di masa mendatang," katanya.
Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 juga bertujuan memotret perubahan struktur ekonomi di Bojonegoro dalam 10 tahun terakhir, sehingga pemerintah memiliki data yang akurat untuk merumuskan arah pembangunan yang lebih tepat sasaran. (*/tih)
Editor : M. Nurkhozim