RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Berdirinya pabrik pengolahan porang, PT New Porang Hebat Indonesia di Kecamatan Sekar menjadi angin segar bagi pengembangan komoditas porang di Bojonegoro.
Namun, keseimbangan antara produksi bahan baku dan daya serap industri perlu disesuaikan. Agar euforia penanaman porang ini tidak lagi berujung pada kerugian.
Menurut Dekan Fakultas Pertanian Unigoro, Darsan, beberapa tahun lalu lagi booming tanam porang.
Karena harga porang pada saat itu secara ekonomi menguntungkan. Namun, dampak selanjutnya, harga porang mengalami kehancuran.
Baca Juga: Petani Porang Berharap Subsidi Pupuk
"Kondisi tersebut hendaknya jangan terulang lagi," katanya.
Menurutnya, suplai bahan baku dan serapan produk porang perlu disesuaikan. Sehingga, petani sebagai produsen bahan baku tetap mendapatkan harga yang menguntungkan secara ekonomi.
Dengan begitu, akan memberikan dampak baik pada semua pihak yang terlibat.
"Sehingga petani tetap mendapatkan harga yang menguntungkan secara ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan petani porang. Juga, pabrik tetap berproduksi karena bahan baku selalu ada," lanjutnya.
Sebelumnya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan, dulu porang habis panen dibawa ke Sidoarjo atau Surabaya.
Tapi dengan berdirinya PT NPHI di Kecamatan Sekar ini menjadi kesempatan dan momen luar biasa.
"Dengan hadirnya PT NPHI bisa mengelola produksi lokal dan memastikan porang terbeli," ujarnya. (ewi/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko