Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tradisi Umbul Dungo di Kelurahan Kepatihan Didorong Menjadi Daya Tarik Wisata Budaya

M. Nurkhozim • Senin, 15 Juni 2026 | 09:37 WIB
MAKAN SERABI: Wabup Bojonegoro Nurul Azizah dan Kadisbudpar sedang makan serapi di acara Umbul Dungo. (ACHMAD AL-FATIH/RADAR BOJONEGORO)
MAKAN SERABI: Wabup Bojonegoro Nurul Azizah dan Kadisbudpar sedang makan serapi di acara Umbul Dungo. (ACHMAD AL-FATIH/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM– Tradisi Umbul Dungo yang digelar masyarakat Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Bojonegoro, resmi masuk dalam kalender agenda tahunan Kabupaten Bojonegoro.

Penetapan tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dalam melestarikan tradisi dan budaya lokal.

Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Elsadeba Agustina, saat menghadiri puncak perayaan Umbul Dungo 2026.

Masuknya Umbul Dungo ke dalam kalender agenda tahunan menjadi pengakuan pemerintah daerah terhadap tradisi sedekah bumi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Kelurahan Kepatihan.

Dengan status tersebut, Umbul Dungo diharapkan tidak hanya terus lestari, tetapi juga berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Bojonegoro.

Baca Juga: Menikmati Senja dengan Serabi-Ketan Mbak Min: Berbahan Air Kelapa, Langganan Warga Tionghoa

Lurah Kepatihan, Paramitha Putri Negari, menyambut baik keputusan tersebut. Menurutnya, Umbul Dungo bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan wujud rasa syukur masyarakat sekaligus sarana mempererat kebersamaan antarwarga.

Selain itu, tradisi tersebut juga menjadi media untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai warisan leluhurnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengapresiasi komitmen masyarakat dan Pemerintah Kelurahan Kepatihan yang terus menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.

Ia berharap Umbul Dungo dapat terus berkembang sehingga memberikan manfaat yang lebih luas, baik dalam pelestarian budaya maupun peningkatan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata.

Baca Juga: Serabi Bojonegoro Tak Tergantikan, Selalu Dirindukan Para Perantau

Dengan ditetapkannya sebagai bagian dari kalender agenda tahunan Kabupaten Bojonegoro, Umbul Dungo diharapkan semakin dikenal masyarakat luas dan mampu menjadi salah satu agenda budaya unggulan yang memperkuat identitas daerah. (tih/zim)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#umbul dungo #Nurul Azizah #serabi #bojonegoro #kepatihan