RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Ribuan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Bojonegoro setiap tahun memasuki dunia kerja.
Namun, tidak semuanya berhasil langsung terserap oleh dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Hingga kini, lulusan SMK masih menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran terbuka di Kota Ledre.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, mengatakan pemerintah terus berupaya memperluas akses kerja melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) yang tersebar di berbagai satuan pendidikan.
Berdasarkan data Disperinaker, saat ini terdapat 45 BKK aktif di Bojonegoro. Jumlah tersebut terdiri atas 42 BKK di SMK, dua di perguruan tinggi, dan satu di SMA.
Sementara itu, hasil tracer study menunjukkan sebanyak 2.872 tenaga kerja berhasil ditempatkan melalui seluruh BKK yang ada di Bojonegoro.
Tiga BKK dengan capaian penempatan tertinggi adalah SMKN Purwosari yang menyalurkan 323 tenaga kerja, disusul SMKN Kasiman sebanyak 293 tenaga kerja, serta SMKN 1 Bojonegoro dengan 288 tenaga kerja.
"Meski penempatan tenaga kerja terus dilakukan, tingkat pengangguran terbuka di Bojonegoro masih didominasi lulusan SMK atau sederajat," ujar Mahmudi.
Di sisi lain, persaingan mendapatkan pekerjaan masih dirasakan cukup berat oleh para lulusan baru. Aisyah Putri, salah seorang lulusan SMK di Bojonegoro tahun ini, mengaku kesulitan memperoleh pekerjaan karena minimnya lowongan dan tingginya persyaratan yang ditetapkan perusahaan.
Menurut lulusan SMKN 3 Bojonegoro itu, banyak perusahaan lebih memilih pelamar yang telah memiliki pengalaman kerja. Sementara sebagai fresh graduate, ia belum memiliki pengalaman tersebut.
Baca Juga: Temuan Anomali Ground Check DTSEN di Bojonegoro: Temukan Data Pengangguran, Ternyata Pensiunan
"Saya sudah beberapa kali melamar pekerjaan di bidang food and beverage (F&B) dan beberapa pabrik, tetapi sampai sekarang belum ada panggilan lanjutan," katanya.
Sambil terus mencari pekerjaan, Aisyah berencana mengumpulkan pengalaman kerja terlebih dahulu sebelum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Ia menargetkan mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) pada tahun depan. "Sekarang fokus bekerja dulu. Insya Allah tahun depan ikut SNBT," ujarnya. (ewi/zim)
Editor : Bhagas Dani Purwoko