RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pendaftaran jalur domisili sistem penerimaan murid baru (SPMB) SMPN berakhir kemarin (13/5). Dari 49 SMPN di Bojonegoro hanya pagu 22 SMPN di jalur domisili yang terpenuhi. Selebihnya 27 SMPN tak mampu memenuhi pagu tersedia.
Pagu sekolah yang terpenuhi tersebar di berbagai kecamatan. Seperti SMPN 4 Bojonegoro di Kecamatan Kota, SMPN 1 Gondang dan SMPN 2 Gondang di Kecamatan Gondang, hingga SMPN 2 Baureno dan SMPN 3 Baureno di Kecamatan Baureno.
Kepala SMPN 1 Gondang Imam Dardiri mengatakan, pagu jalur domisili masih tersisa atau belum terpenuhi hingga pendaftaran ditutup. Kekurangan sekitar 24 siswa dari 116 pagu tersedia hanya 92 pendaftar.
Kondisi ini berbeda dengan tahun lalu. Di 2025 lalu pagu terpenuhi bahkan lebih 2 pendaftar. Terlebih di Kecamatan Gondang jumlah pendaftar bergantung pada jumlah lulusan SD/MI.
‘’Jika jumlah lulusan banyak tentu pagu bisa terisi,” ungkapnya.
Menurut Imam, persaingan sekolah di wilayah selatan Bojonegoro ketat dalam mendapatkan siswa baru. Sehingga jumlah lulusan yang ada tersebar di beberapa sekolah negeri maupun swasta.
Selain itu, banyak lulusan SD/MI yang memilih melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren. Namun biasanya ketika tak betah di pondok pesantren pindah ke SMPN.
Kepala SMPN 4 Bojonegoro Agus Sugianto mengatakan, hingga hari terakhir pendaftaran pagu jalur domisili belum terisi semua. Kekurangan pendaftar dari pagu tersedia sekitar 10 pendaftar.
Sisa pagu yang belum terpenuhi masih bisa diisi. Melalui jalur prestasi nilai tes akademik (TKA) serta tahap pemenuhan dan distribusi. Pendaftaran jalur prestasi TKA dibuka pada 3 dan 4 Juni. Sedangkan tahap pemenuhan dan distribusi berlangsung mulai 6 Juli.
‘’Pagu tersisa masih bisa diisi,” ungkapnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana