RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Siswa kelas enam SD/MI beserta gurunya kemarin (20/4) berangkat lebih pagi dibanding hari biasanya. Karena sedang menjalani tes kemampuan akademik (TKA) di hari pertama.
Namun, TKA perdana di Desa/ Kecamatan Gayam sempat terkendala listrik padam. Sehingga enam SD di tiga desa, meliputi Desa Desa Katur, Brabowan, dan Gayam terpaksa mundur, setelah menggunakan genset.
Kabid Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Agus Anshori mengatakan, pelaksanaan TKA SD hari pertama terkendala pemadaman di Kecamatan Gayam. Tepatnya di Desa Katur, Brabowan, dan Gayam.
‘’Kendala pemadaman,” ungkapnya.
Agus menjelaskan, walau sempat terkendala, pelaksanaan TKA di lokasi tersebut tetap bisa berlangsung hingga selesai. Pihak sekolah menggunakan genset agar listrik bisa menyala dan peserta bisa mengerjakan TKA.
Baca Juga: Siswa SD/MI Berjibaku Hadapi TKA Mulai Hari Ini Hingga 30 April dalam Empat Gelombang
‘’Usaha (genset) dari sekolah,” ujarnya.
Menurut Agus, akibat listrik padam pelaksanaan TKA sempat mundur. Namun, tidak menjelaskan secara rinci perubahan waktu pelaksanaan TKA di Kecamatan Gayam.
Sebenarnya sebelum pelaksanaan TKA SD, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PLN. Termasuk berkirim surat. Namun ternyata masih ada pemadaman.
Terkait kendala di wilayah lain, secara umum berjalan lancar. Tidak ada laporan kendala di kecamatan lain.
Sementara itu, Kepala SDN Pacul 1 Septi Dwi mengatakan pelaksanaan TKA di sekolahnya berlangsung lancar. Terdapat 17 siswa kelas 6 yang mengikuti TKA dalam satu sesi.
‘’Berjalan lancar,” ungkapnya.
Kepala MIN 3 Bojonegoro Darwadi mengatakan, TKA hari perdana lancar semua, tidak ada keluhan. Juga tak ada kendala dari MI di berbagai wilayah.
‘’Semua peserta hadir, terdapat 20 peserta yang melaksanakan TKA di gelombang pertama,” jelasnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana