RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Angkutan pelajar (Apel) sudah dianggarkan dalam APBD 2026 sekitar Rp 7,5 miliar. Namun, hingga kemarin (14/4) belum direalisasikan.
Dinas perhubungan (dishub) memastikan Apel tetap beroperasi tahun ini. Karena sudah dianggarakan dalam APBD, tak lagi seperti sebelumnya dari dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Namun, hingga kemarin (14/4) angkutan yang ditarget menyasar 5.501 jiwa itu belum beroperasi. Alasannya, masih penjajakan alur penyedia pelayanan dalam e-catalog.
"Insya Allah angkutan pelajar gratis tetap berjalan, kami menyempurnakan data pelajar calon penerima manfaat kegiatan ini," kata Kepala Dishub Bojonegoro Welly Fitrama, kemarin (14/4).
Baca Juga: Angkutan Pelajar Bojonegoro Kembali setelah Lebaran, Sekolah Pinggiran Minta Penambahan Rute
Welly melanjutkan, pendataan dilakukan karena lembaga pendidikan yang awalnya mendaftar berubah haluan, ada kebijakan lain untuk sementara belum mengikuti program tersebut.
"Kami juga masih melakukan penjajakan sesuai alur dalam penyediaan pelaksana kegiatan dalam e-catalog," terang dia.
Dia melanjutkan, angkutan pelajar gratis tahun ini dialokasikan melalui APBD. "Kemarin (tahun lalu) anggaran gratis dari CSR. Untuk jumlah lembaga yang akan dilayani tahun ini sama dengan 2025 lalu," beber dia.
Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub Bojonegoro Evie Octavia menambahkan, angkutan pelajar gratis sebagai wujud komitmen pemkab di sektor pendidikan.
Bertujuan mengurangi kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar hingga mengurangi kepadatan lalu lintas.
"Juga, mengurangi beban pengeluaran transportasi keluarga penyandang disabilitas khususnya bagi keluarga kurang mampu," katanya.
Dia menyampaikan, anggaran digelontorkan untuk angkutan pelajar gratis senilai Rp 7,5 miliar.
Rinciannya angkutan pelajar gratis atau bisa disebut apel gratis untuk pelajar regular sebesar Rp 5,6 miliar. Sasarannya pelajar SMP/MTs dan SMK/SMA/MA baik negeri maupun swasta. Target pengguna 5.339 siswa per hari.
Baca Juga: Dishub Bojonegoro Tambah Tiga Rute Angkutan Pelajar, Tercatat 8.126 Pelajar Gunakan Angkutan Gratis
Kemudian, angkutan disabilitas Rp 1,9 miliar dengan sasaran pelajar penyandang disabilitas jenjang SD, SMP, dan SMA baik negeri atau swasta untuk sekitar 151 pelajar dan sebelas orang tua atau pendamping per hari. "Ada dua program, apel gratis dsn angkutan disabilitas," terang Evie.
Sementara, angkutan pelajar gratis ini belum menyentuh seluruh lembaga pendidikan. Salah satunya di Kecamatan Margomulyo. Kepala SMKN Margomulyo Burhanudin mengatakan, sejauh ini belum ada angkutan pelajar gratis. "Belum ada (angkutan pelajar)," katanya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana