RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Keseriusan pengelolaan Persibo Bojonegoro tidak seperti menjelang tahun politik, khususnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Terbaru, tunggakan gaji pemain dan pelatih Persibo selama satu bulan hingga kini belum terbayarkan. Padahal kontrak seharusnya selesai pada Februari lalu. Kondisi ini membuat para pemain Selasa (7/4) malam lalu menagih gaji segera dibayarkan melalui media sosial (medsos) Instagram masing-masing.
Dalam unggahan para pemain di story Instagram, para pemain The Giant Killer menyampaikan pesan kepada jajaran pemilik saham atau owner dan manajemen, bahwa pemain, pelatih, serta ofisial sudah sabar menunggu kepastian sisa gaji satu bulan.
Namun hingga Selasa malam belum ada kepastian dari manajemen masalah sisa gaji tersebut. Sehingga meminta segera dibayarkan sesuai yang tertera di kontrak.
Baca Juga: Elemen Suporter Rayakan HUT Persibo, Sampaikan Pesan dengan Mural
Para pemain juga menandai akun jajaran petinggi Persibo. Mulai dari Owen Rahadiyan dan Eko Setiawan selaku pemilik saham, Deddy Adrianto presiden klub, serta Jeffry Johesua manajer tim.
Suporter mendesak manajemen segara menyelesaikan masalah tunggakan gaji. Sementara pengurus klub mengklaim tunggakan hanya dialami sebagian pemain dan akan segera di selesaikan
Nofian Faroidhotan salah satu suporter Persibo mengatakan miris melihat kondisi klub kebanggaan masyarakat Bojonegoro menunggak gaji pemain, pelatih, dan ofisial. Padahal gaji tersebut menjadi hak skuad Persibo yang harus dipenuhi manajemen.
‘’Tanpa menunggu viral di medsos,” ungkapnya.
Nafian menilai permasalahan ini bukan hanya jadi tamparan keras bagi manajemen. Namun sebagai supporter merasa malu. Seharusnya para pengurus bisa menjaga nama baik Persibo agar tidak buruk di mata suporter dan pemain lain.
‘’Namun manajemen melakukan blunder lagi. Yang ditakutkan musim depan tidak ada lagi pemain profesional berkualitas yang mau ikut seleksi Persibo kalau manajemennya buruk seperti ini,” ungkapnya.
Pembina Drago Tifoso Curva Nord ( DTCN) Arif Setiawan mengatakan, tunggakan gaji menjadi masalah klasik yang selalu berulang sejak dulu. Tentu manajemen harus segera menyelesaikan permasalahan ini.
Bahkan jika diperlukan harus melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah secara intensif. Agar segera ditemukan solusi terbaik dam jangan terulang lagi. Terlebih Persibo membawa nama Bojonegoro.
‘’Citra di masyarakat saat ini manajemen telah melupakan masyarakat dan suporter Bojonegoro dengan berjalan sendiri tanpa melibatkan kehadiran stakeholder maupuan masyarakat di Bojonegoro. Sehingga terkesan tidak mencerminkan wajah Bojonegoro” ujarnya.
Baca Juga: Ulang Tahun Persibo Diwarnai Tunggakan Gaji, Wabup Ingatkan Harus Evaluasi dan Berbenah
Arif menambahkan komunikasi manajemen dengan sampai saat ini tertutup rapat tentang kondisi Persibo.
Petinggi Klub Persibo Eko Setiawan mengklaim tunggakan gaji untuk Februari hanya terjadi di sebagian pemain. Sebagian lain sudah terbayarkan. Sehingga meminta para pemain yang gaji belum terbayarkan untuk sabar.
‘’Sabar saja sebenarnya,” ujarnya.
Eko menambahkan sebenarnya di dua bulan sisa pada kontrak, para pemain sudah tak menjalani pertandingan. Skuad juga telah dibubarkan dan para pemain diperbolahkan pulang maupun melanjutkan karir di klub lain.
‘’Dua bulan terakhir (Januari-Februari) di sisa kontrak, para pemain juga sudah tidak bermain karena tak lolos babak penyisihan grup Liga 3. Selain itu, gaji Januari sudah dibayar dan menyisakan gaji Februari saja, itupun hanya berapa pemain,” ungkapnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana