RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pelaksanaan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Bojonegoro baru 72 persen.
Verifikasi dan validasi data yang dimulai sejak 4 Februari tersebut ditargetkan rampung Maret ini.
Terdapat sekitar 455.077 kepala Keluarga (KK) di Bojonegoro yang ditargetkan dalam verifikasi dan validasi, hasil dari DTSEN tersebut sebagai dasar dalam pelaksanaan berbagai program kesejahteraan sosial, meliputi bantuan sosial (bansos), pemberdayaan sosial, dan program penyelenggaraan kesejahteraan sosial di daerah.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto mengatakan, progres pelaksanaan pemutakhiran DTSEN sebesar 72 persen.
Maret ini verifikasi dan validasi data ditargetkan selesai. Terebih terkait data perlu ketelitian dan kehati-hatian.
‘’Di kota/kabupaten lain pemutakhiran DTSEN memerlukan waktu empat sampai lima bulan,” ujarnya.
Antok menjelaskan, setelah pendataan di lapangan selesai, data akan diproses pengolahan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro.
Terlebih, dalam pemutakhiran DTSEN, Pemkab Bojonegoro bekerja sama dengan BPS.
Dalam perjanjian kerja sama dengan BPS setelah semua data selesai. Termasuk pengolahannya oleh BPS. Pemkab Bojonegoro bisa mengakses data tersebut.
Tentu sebagai dasar dalam pelaksanaan berbagai program kesejahteraan. Dalam pelaksanaan pemutahiran DTSEN terdapat sebanyak 430 Koordinator Desa/Kelurahan dan 2.150 petugas teknis lapangan atau pencacah data yang terlibat.
Tentu untuk melakukan pendataan secara faktual dengan mendatangi langsung individu atau keluarga.
Baca Juga: Pengentasan Kemiskinan di Bojonegoro Terganjal Data Valid, Dinsos Bakal Lakukan Pemutakhiran DTSEN
Agus menambahkan, melalui verifikasi dan validasi DTSEN, data sosial ekonomi masyarakat Bojonegoro semakin akurat.
Sehingga, program penanggulangan kemiskinan dan perlindungan sosial dapat disalurkan lebih tepat sasaran dan efektif. (irv/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko