RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyiapkan empat armada mudik-arus balik secara gratis di masa lebaran tahun ini.
Rute mudik gratis yang disediakan Pemkab Bojonegoro hanya Bojonegoro-Surabaya dan Surabaya-Bojonegoro. Masyarakat berharap, program ini tepat sasaran dengan mengutamakan warga Bojonegoro.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Welly Fitrama, Hari Raya Idul Fitri 2026 pemkab mengalokasikan dua armada untuk arus mudik dan dua armada arus balik.
"Tahun ini rute mudik hanya dari Surabaya-Bojonegoro dan sebaliknya untuk arus baliknya," jelas Welly.
Dia memaparkan, setiap armada bus memiliki kapasitas 60 kursi. Sehingga, total kuota tersedia 240 kursi.
Program terbuka untuk masyarakat umum yang akan mudik ke Bojonegoro dan diutamakan warga Bojonegoro.
"Untuk pemudik masyarakat umum yang akan ke Bojonegoro, namun tetap mengutamakan masyarakat Bojonegoro untuk menikmati mudik gratis sepanjang kuoatanya masih ada," tambah mantan kepala dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) itu.
Sebelum pelaksanaan program, Welly menjelaskan, dishub akan menggelar pendaftaran dibuka secara daring melalui tautan atau link resmi pada 8 Maret mendatang.
Nantinya pemudik akan menerima barcode atau nomor kursi sebagai bukti kepesertaan, baik perorangan maupun keluarga.
Saat ini, terang Welly, tengah proses penyediaan armada. Direncanakan menggunakan bus pariwisata. Kini tahap pengecekan baik kendaraan hingga sopir.
"Karena kami harus memastikan armada baik dan laik jalan. Termasuk pengemudi tidak menyalahi aturan, harus tetap aman. Mengutamakan kenyamanan dan keselamatan penumpang," ujarnya.
Dia menjelaskan, rute dari Surabaya dipusatkan di Jalan Ahmad Yani Dishub Jatim. Sementara, di Bojonegoro di Terminal Rajekwesi.
"Harapannya dapat membantu masyarakat yang ingin merayakan lebaran bersama keluarga dengan aman, nyaman, tanpa biaya, sekaligus mendukung kelancaran arus mudik dan balik," tutur dia.
Sementara itu, warga berharap program itu tepat sasaran. "Senang sebenarnya ada angkutan mudik gratis, meski sekarang sudah tidak di luar kota lagi," ungkap Rossy Mursyidah, warga Kecamatan Gayam, kemarin (2/3).
Dia melanjutkan, meski cukup menggembirakan tetap berharap program tepat sasaran. Yakni, bagi mahasiswa atau masyarakat pekerja yang memang membutuhkan.
"Kalau mahasiswa kan sangat membantu ya untuk mengurangi biaya. Kalau pekerja tergantung juga, mungkin mengantisipasi lainnya bisa dicek KTP dulu," ujar dia. (yna/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko