RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Makan bergizi gratis (MBG) dipastikan tetap didistribusikan selama Ramadan. Hanya, ada penyesuaian beberapa hari di sama cuti dan libur bersama.
Sementara itu, menu diberikan diganti kemasan sehat yang diproduksi dan diolah serta dikemas di dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Sesuai Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelayanan Program MBG pada Bulan Ramadan dan Idulfitri 1447 H/2026 M, dan Libur Tahun Baru Imlek 2026, pelayanan MBG tetap dilaksanakan. Sementara itu, untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita usia 6–59 bulan, pelayanan MBG tetap berjalan penuh selama periode tersebut.
Dalam edaran itu juga dijelaskan, MBG diberikan dengan paket menu kemasan sehat yang diolah dan dikemas SPPG dan wajib menggunakan tote bag. Rekomendasi menu meliputi telur asin, abon, dendeng kering, buah, dan/atau makanan khas lokal lainnya, serta kurma sebagai opsional.
Sedangkan, untuk distribusi dijelaskan di wilayah mayoritas penerima MBG yang tidak menjalankan ibadah puasa, pendistribusian MBG tetap mengikuti jadwal normal seperti hari biasa dengan menu siap santap.
Pada periode cuti bersama dan libur Tahun Baru Imlek, yakni 16-17 Februari, tidak dilakukan pendistribusian MBG.
Sama halnya pada awal Ramadan, yakni 18-22 Februari, pemberian makanan bergizi tersebut juga tidak dilaksanakan. Namun, pendistribusian akan dimulai kembali pada 23 Februari.
Salah seorang petugas dapur SPPG di Kecamatan Ngraho Dwi Wulandari mengatakan, sepekan selama sekolah libur, yang mendapat MBG adalah balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Namun, ia mengaku mengetahui skema distribusi MBG untuk pelajar selama Ramadan.
"Belum tahu jadwalnya bagaimana, rencana keringan. Seperti roti, susu, buah, dan telur," imbuh Wulan, sapaan akrabnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana