RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Setelah mutasi di Kayangan Api 28 Januari lalu, pemerintah kabupaten (pemkab) masih menyisakan kekosongan lima kursi kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Meliputi badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), satuan polisi pamong praja (Satpol PP), inspektorat, dan sekretaris dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) atau sekwan. Serta, kepala OPD baru, badan riset dan inovasi daerah (brida). Mekanisme pengisian belum ditentukan, antara mutasi atau lelang.
"Bisa dari lelang atau mutasi," kata Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro Hari Kristianto.
Belum jelasnya mekanisme pengisian lima kepala OPD, berdampak pada ketidakjelasan waktu kekosongan, tentu berpengaruh pada pelayanan masyarakat. "Ditunggu mawon njih (ditunggu saja ya, red)," imbuhnya.
Kepala Bidang (Kabid) Mutasi dan Promosi Aparatur BKPP Bojonegoro Retno Dewi Trilasdjoe menambahkan, mekanisme pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama yang kosong bisa melalui uji kompetensi atau seleksi terbuka.
"Sesuai ketentuan yang ada bisa melalui mekanisme uji kompetensi (job fit) atau seleksi terbuka," jelas Retno.
Sebelumnya, pemkab melantik sebanyak 201 pejabat struktural sampai fungsional. Melputi sembilan pimpinan tinggi pratama; 73 administrator; 116 pengawas; satu fungsional auditor; satu fungsional bidan, dan satu jabatan fungsional. Dilakukan di kawasan wisata Kahyangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem. (yna/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko