RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sungai Pacal turut Desa Belun, Kecamatan Temayang, menjadi saksi duka mendalam pada Jumat (30/1). Dua bocah kembar berusia empat tahun ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan tenggelam saat bermain di tepi sungai.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Berdasar laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, kedua korban diduga terpeleset saat bermain di pinggir aliran Sungai Pacal.
Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro Ristony Eka Putra mengatakan, informasi kejadian diterima BPBD sekitar pukul 11.10 WIB. Personel kemudian bergerak ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pendampingan.
“Korban ditemukan pada pukul 12.15 WIB dan 12.30 WIB. Saat ditemukan, keduanya sudah dalam keadaan meninggal dunia,” terang Ristony. Ia menambahkan, proses pencarian sempat dilakukan oleh warga sekitar sebelum petugas tiba di lokasi.
“Tidak ada saksi di lokasi kejadian. Korban hanya meninggalkan kaos dan sandal di pinggir sungai,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Kedua korban diketahui bernama Rendy Wijaya dan Rindy Wijaya, Masing-masing berusia 4 tahun. Anak kembar dari pasangan Roni Wijaya, 37, dan Wulan, 33, warga Dusun Krajan, Desa Belun.
Kepala Desa (Kades) Belun Bambang Sujoko membenarkan, bahwa korban tengah bermain di sekitar sungai, sebelum kejadian. “Sedang bermain di tepi sungai aliran Pacal dan terpeleset ke sungai. Saat ini, kedua korban anak kembar sudah ditemukan semua," terangnya sekitar pukul 13.00 WIB, Jumat.
Hingga Jumat siang, jenazah kedua bocah tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga dan tengah dalam proses pemakaman. Peristiwa ini menambah catatan duka akibat kecelakaan air di Bojonegoro, sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di area sungai dan perairan terbuka. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana