RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemkab Bojonegoro merencanakan menekan kemiskinan dengan memberikan bantuan domba kepada 3.325 keluarga penerima manfaat (KPM) pada 2026.
Anggaran yang disiapkan Rp 21 miliar. Jumlah bantuan sepasang domba indukan tahun ini lebih banyak dibanding 2025, dengan jumlah penerima 1.200 KPM.
Program Domba Kesejahteraan (PDKt) 2026 dipastikan bertambah sekitar tiga kali lipat dibandingkan 2025.
Penambahan penerima PDKt setelah evaluasi program yang dilaksanakan sejak 2023. Sejak program perdana tiga tahun lalu, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro mengklaim telah berkembang dan domba beranak.
Sekretaris Disnakkan Bojonegoro Elfia Nuraini mengatakan, PDKt menjadi kegiatan atau program prioritas di Disnakkan tahun ini.
Bersama dengan gerakan beternak ayam petelur mandiri (Gayatri) dan kolam lele keluarga (kolega).
Program domba kesejahteraan tahun ini akan disalurkan ke 3.325 KPM. Sehingga terdapat 6.650 domba diberikan, setiap KPM mendapatkan sepasang domba.
Total anggaran untuk program tersebut mencapai Rp 21 M. Domba Kesejahteraan, Gayatri, dan kolega sebagai upaya pemerintah kabupaten (pemkab) Bojonegoro untuk menurunkan angka kemiskinan, stunting, dan mendukung ketahanan pangan.
''Merupakan kegiatan prioritas," ungkapnya. Elfia menjelaskan, domba kesejahteraan dari evaluasi yang sudah dilakukan untuk 2023 dengan 160 pasang disalurkan sudah berkembang dan beranak hampir dua kali lipat.
Dari program di 2023 sudah beranak 267 ekor. Termasuk penyaluran di 2024 juga telah beranak hingga memberikan penambahan pendapatan bagi KPM.
Baca Juga: Bupati Bojonegoro Wanti-Wanti KPM Dilarang Jual Domba Bantuan
KPM diharapkan komitmen merawat dan mengembangkan. Tentu verifikasi penerima adalah langkah penting dengan kerjasama pemerintah desa melalui data terpadu sosial dan ekonomi nasional (DTSEN).
''Benar-benar yang punya minat dan komitmen," jelasnya. PDKt bertujuan untuk tambahan pendapatan bagi KPM, penguatan ketahanan pangan, hingga peningkatan populasi dan produktivitas. ''Juga bisa menurunkan angka kemiskinan," ujarnya. (irv/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko