RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Angin segar rencana revitalisasi Pasar Kota mulai berhembus kencang. Anggaran yang akan dialokasikan pun mulai mencuat. Klaimnya, pembangunan kali ini respons atas perkembangan pasar yang diharapkan menjadi ruang publik yang bersih dan sehat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro Achmad Gunawan Ferdiansyah mengklaim, pembangunan kembali pasar di tepian Bengawan Solo ini menerapkan prinsip humanis.
Baik sebagai tempat transaksi yang ramah bagi pedagang dan pengunjung. "Dengan alokasi anggaran Rp 80 miliar, pasar lama akan bertransformasi menjadi gedung tiga lantai yang modern, tapi inklusif," bebernya.
Dia melanjutkan, konsep tiga lantai itu meliputi lantai satu dan dua ditata rapi untuk kios pedagang agar lebih terang dan bebas kumuh. Sementara itu, lantai tiga menjadi sarana olahraga dan kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bojonegoro.
"Pengerjaan fisik oleh dinas perumahan, kawasan permukiman, dan cipta karya (DPKPCK), dijadwalkan mulai berjalan 2026. Dengan harapan membawa semangat baru bagi kemajuan ekonomi kerakyatan di Bojonegoro," harap dia.
Saat disinggung perihal relokasi sementara para pedagang, dia mengatakan, tentang lokasi sementara masih dikaji oleh dinas terkait. "Kemungkinan dua-duanya (DPKPCK dan dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro), gabungan," imbuhnya.
Sementara itu, aktivitas jual beli pedagang dan pembeli Pasar Kota dipastikan tetap berjalan saat pembangunan dimulai. Sebab, sudah muncul lokasi sementara aktivitas perdagangan itu berlangsung.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Dindagkop UM) Bojonegoro Retno Wulandari menyampaikan, sesuai rapat beberapa waktu lalu, rencana pembangunan Pasar Kota dilakukan tahun ini.
Menurutnya, relokasi sementara berada di Gedung Serbaguna. Sesuai usulan para pedagang. "Pedagang menyampaikan usulan di Gedung Serbaguna," katanya. Sementara itu, untuk pembangunan Pasar Kota direncanakan setelah Idulfitri.
Agar tidak mengganggu pendapatan pedagang saat Ramadan dan menjelang hari raya. "Iya, seperti itu permohonan pedagang. Pembangunan direncanakan setelah Idulfitri," bebernya (yna/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana