RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro pada 2025 telah menangkap 765 ular di permukiman. Dari data itu, rerata di wilayah perkotaan.
Berdasar data dari Damkarmat Bojonegoro, dari total 2.040 penyelamatan dan evakuasi yang telah dilakukan. Terbanyak merupakan penanganan ular, yakni 765 kejadian. Kemudian, disusul oleh 634 penanganan tawon; 152 penanganan pohon tumbang; 121 penanganan hewan lain-lain; 105 evakuasi kecelakaan lalu lintas; 81 penanganan lain-lain; 71 penyemprotan bahan bakar minyak (BBM) atau material tumpah; 65 pelepasan cincin; 29 penanganan kucing; 15 evakuasi korban tenggelam atau laka air; dan 2 evakuasi kecelakaan kerja atau vertical rescue.
Dengan rincian, 152 kegiatan penyelamatan atau evakuasi (non kebakaran) pada Januari; 162 kejadian di Februari; 128 kejadian di Maret; 144 kejadian pada April; 175 kejadian pada Mei; 183 kejadian di Juni; 188 kejadian pada Juli; 192 kejadian pada Agustus; 171 kejadian di September; 148 kejadian di Oktober; 174 kejadian di November; dan tertinggi sebanyak 223 kejadian di Desember 2025.
Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Bojonegoro, Siswoyo mengatakan, penanganan ular mendominasi penyelamatan dan evakuasi yang dilakukan Dinas Damkarmat Bojonegoro sepanjang 2025.
Permintaan bantuan Damkarmat tertinggi terkait penyelamatan berada di wilayah perkotaan. Terutama Bojonegoro, karena masyarakat kota lebih takut terhadap ular.
"Kalau di pedesaan, masyarakat lebih berani dalam menghalau atau mengusir ular," ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro tersebut melanjutkan, penanganan ular di Bojonegoro ini rerata kejadian terjadi di rumah. Atau, ular masuk rumah. Namun, terkadang juga ada penanganan ular di lokasi kandang, halaman, dan beberapa tempat lainnya.
"Iya (rerata ular masuk rumah). Tapi, ada juga di kandang, halaman, dan lain-lain," pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana