RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Ketergantungan petani terhadap pupuk kimia bersubsidi pelan-pelang harus dikurangi. Sebab, alokasi setiap tahun berkurang dari tahun sebelumnya.
Alokasi pupuk bersubsidi tahun depan hanya 70 persen dari pengajuan di Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Atau tepatnya 130.177 ton dari pengajuan sebesar 185.622,4 ton untuk empat jenis pupuk. Yaitu urea, NPK, organik, dan ZA.
Walau jumlah alokasi pupuk bersubsidi 2026 tak sesuai dengan pengajuan yang dilakukan melalui E-RDKK. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro mengklaim cukup untuk memenuhi kebutuhan di tahun depan.
Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) DKPP Bojonegoro Yuni Arba’atun mengatakan, berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim Nomor 500/7683110.2/2025, alokasi pupuk bersubsidi Bojonegoro untuk 2026 sebesar 63.213 ton untuk jenis urea, NPK sebesar 53.015 ton, organik 13.948 ton, dan ZA 1 ton.
Jumlah tersebut tidak mencapai atau kurang dari pengajuan yang dilakukan di E-RDKK. Pengajuan di E-RDKK berlangsung pada 22 September hingga 25 Oktober lalu.
Pengajuan pupuk bersubsidi 2026 melalui aplikasi e-RDKK telah berakhir pada 25 Oktober lalu. Total pengajuan sebesar 69.105 ton jenis urea, NPK sebesar 75.762 ton, organik 40.755 ton dan ZA 405 kg.
‘’Jumlah NIK 188.738 orang dengan luas tanam sebesar 285.305 hektare (Ha),” ungkapnya.
Menurut Yuni alokasi pupuk subsidi dibadingkan pengajuan sebesar 92 persen untuk urea, NPK 70 persen, organik 34 persen, serta ZA 246 persen dari pengajuan. Sehingga hanya alokasi jenis ZA yang melebihi pengajuan. Sedangkan lainnya kurang dari pengajuan.
Yuni mengklaim walau alokasi pupuk subsidi 2026 tidak mencapai jumlah pengajuan. Namun bisa memenuhi kebutuhan di tahun depan. Tapi tetap meminta para petani agar menggunakan pupuk sesuai rekomendasi teknis.
‘’Tidak menggunakan pupuk kimia secara berlebihan,” ungkapnya.
Padahal jika dibandingkan alokasi pupuk subsidi 2025, alokasi tahun depan di bawah tahun lalu. Alokasi pupuk subsidi tahun lalu sebesar 130.713 ton. Terdiri dari urea 61.441 ton, NPK 47.189 ton, serta organik 22.083 ton. Sehingga ada selisih 536 ton dibandingkan 2026 mendatang dengan alokasi total 130.177 ton. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana