RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Pasca terjaringnya Aparatur Sipil Negara (ASN) saat razia kedisiplinan, Satpol PP Kabupaten Bojonegoro memastikan pengawasan tidak berhenti. Operasi penegakan disiplin akan terus dilanjutkan dengan pola yang lebih fleksibel dan tanpa jadwal tetap.
Pelaksana harian (Plh) Kasatpol PP Kabupaten Bojonegoro Arief Nanang Sugianto menegaskan, razia ASN ke depan tidak akan diumumkan maupun dijadwalkan secara khusus. “Untuk waktu tidak kami tentukan, sewaktu-waktu bisa kami laksanakan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Langkah ini diambil agar pengawasan berjalan efektif dan tidak mudah ditebak. Menurutnya, dengan razia mendadak, kedisiplinan tak hanya saat mengetahui adanya agenda penertiban. “Supaya kedisiplinan ASN meningkat seiring dengan kebutuhan pelayanan,” terangnya.
Sementara itu, ASN yang sebelumnya terjaring telah ditindaklanjuti oleh Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro sesuai ketentuan yang berlaku. Kepala BKPP Bojonegoro Hari Kristianto menyampaikan, operasi dilakukan untuk memastikan ASN tetap menjaga kualitas pelayanan publik.
“Aktivitas ngopi di warung saat jam dinas ini tentu mengganggu produktivitas serta pelayanan publik,” terangnya.
Selain itu, delapan ASN yang terjaring langsung diberikan sanksi teguran, dan diwajibkan mengikuti pembinaan oleh BKPP. “Setelahnya akan dibina oleh pimpinan OPD masing-masing,” tegasnya. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana