RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Infrastruktur di perdesaan patut diperhatikan, agar pelayanan merata, tidak hanya terpusat di perkotaan saja.
Seperti yang dialami warga Desa Pejok, Kecamatan Kedungadem, sepekan berlalu, jembatan ambrol akses satu-satunya Dusun Cerme desa setempat itu belum ada penanganan pasti.
Kemarin (17/11) baru digelar rapat antara tokoh dusun, RT, RW, dan BPD. Pariadi salah satu warga dusun setempat mengaku, jembatan tersebut merupakan akses satu-satunya. Belum pernah dibangun pemerintah hingga sekarang.
‘’Sudah enam harian (sekitar tujuh hari, red) ambrolnya. Belum pernah dibangun sejak era Soeharto, seingat saya waktu era itu dibangun swadaya masyarakat,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa (Kades) Pejok, Kecamatan Kedungadem Mustahar membenarkan amblesnya jembatan penghubung dusun ke desa itu. Karena hujan deras yang mengakibatkan banjir. Menurutnya, belum pernah dibangun sampai sekarang.
Hanya, pernah ada wacana mendapat bantuan keuangan khusus desa (BKKD) pada 2024. Namun, belum ada kejelasan hingga tahun ini. ‘’2024 mau dapat BKKD tapi enggak muncul lagi. Tapi, kalau motor masih bisa lewat,” bebernya. (yna/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko