RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemkab Bojonegoro telah mencatat 5.000 keluarga penerima manfaat (KPM) program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) bersumber dari perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P APBD) 2025.
Namun, hingga kemarin (8/11) KPM masih menunggu distribusi, meski sudah dilakukan verifikasi lapangan.
Kepala Desa Kepohkidul, Kecamatan Kedungadem Samudi mengatakan terdapat 40 warganya yang akan mendapat program gayatri dari anggaran P-APBD.
Sebanyak 40 warga tersebut masuk dalam Kelurga Penerima Manfaat (KPM) dan sudah diverifikasi. Hasilnya layak menerima program gayatri.
‘’Sejak awal kuota 40 penerima,” ungkapnya.
Samudi mengaku tidak mengetahui secara pasti pertimbangan pemkab memberikan program gayatri ke 40 warga Desa Kepohkidul. Namun menyambut baik adanya program tersebut.
Menurut Samudi, saat ini KPM masih menanti pendistribusian kandang. Terlebih jumlah penerima program gayatri banyak. Sehingga diperkirakan masih antre dalam pendistribusian.
‘’Tinggal menunggu pendistribusian,” jelasnya.
Pihaknya menilai program gayatri bagus, namun perlu pendampingan bagi penerima. Terlebih perawatan ayam petelur tidak semua bisa. Sehingga perlakuan khusus pada ayam agar bisa berhasil.
‘’Jika pendampingan dilakukan dipastikan program tersebut berhasil,” ujarnya.
Berdasar data dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, kecamatan dengan jumlah KPM Gayatri di P APBD 2025 tertinggi adalah Kecamatan Kedungadem sebanyak 420 KPM.
Kemudian, Kecamatan Sumberrejo 310 KPM, Kanor 285 KPM; Baureno 275 KPM; Balen 270 KPM; Tambakrejo 265 KPM; dan Kepohbaru 260 KPM.
Selanjutnya, Kecamatan Ngraho 240 KPM; Ngasem 225 KPM; Padangan 210 KPM; Dander 205 KPM; Sukosewu 205 KPM; Kapas 200 KPM; Malo 200 KPM; Temayang 180 KPM; dan Sugihwaras 175 KPM.
Dilanjutkan Kecamatan Kalitidu 156 KPM; Trucuk 150 KPM; Kasiman 135 KPM; Purwosari 120 KPM; Margomulyo 100 KPM; Gondang 90 KPM; Sekar 80 KPM; Kedewan 70 KPM; Bojonegoro 65 KPM; Bubulan 50 KPM; dan Ngambon 50 KPM.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Disnakkan Bojonegoro, Fajar Dwi Nurrizki menyampaikan, dari data mandiri kemiskinan daerah (damisda), total terdapat 145.521 jiwa penduduk dan 54.016 KK di Bojonegoro. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.000 keluarga terdaftar sebagai KPM Gayatri di P APBD 2025.
5.000 KPM program Gayatri di P-APBD 2025 tersebut, lanjut Fajar sapaannya, masih berproses hingga saat ini. Baik dalam hal pendistribusian paket bantuan program maupun bimbingan teknis untuk para KPM Gayatri.
“5.000 KPM di P APBD 2025 masih berproses. Sedangkan, 400 di APBD induk 2025 sudah terealisasi 100 persen,” terangnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana