RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - DPRD Bojonegoro mengaku menerima sejumlah laporan masyarakat. Mengeluh bahan bakar minyak (BBM) Pertalite di sejumlah SPBU diduga menyebabkan mesin kendaran terutama roda dua atau motor menjadi brebet.
DPRD sesalkan kondisi yang terjadi belakangan. Padahal, Bojonegoro sebagai daerah penghasil minyak dan gas (migas).
"Walaupun secara langsung sebenarnya tidak terkait. Tapi, paling tidak ada perhatian khusus untuk Bojonegoro," ujar Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar, Senin (3/11).
Dia melanjutkan, dengan adanya laporan masuk, akan melakukan klarifikasi resmi dan koordinasi dengan pihak Pertamina bersama Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Dindagkop UM) Bojonegoro.
Guna memastikan mutu dan distribusi BBM sesuai dengan standar nasional. Umar, sapaannya melanjutkan, DPRD meminta untuk dilakukannya pengujian sampel BBM dari SPBU yang dilaporkan bermasalah.
Bekerja sama dengan instansi berwenang agar masyarakat mendapat kepastian informasi. "Kami mengimbau masyarakat untuk menyimpan bukti transaksi pembelian BBM dan melaporkan secara resmi apabila mengalami dampak kerusakan kendaeaan setelah pengisian," imbau pria asal Kecamatan Baureno itu.
Dia menambahkan, jika membahas Bojonegoro sebagai daerah penghasil migas, penyuplai 30 persen kebutuhan minyak nasional tentunya menjadi prihatin keluhan terbanyak dari Bojonegoro, yakni sebanyak 217 keluhan.
Meski, lanjut dia, tidak berkaitan secara langsung. Sebab, Bojonegoro di sektor hulu, mengambil minyak mentah. Sedangkan, kalau sudah jadi bisnis berada di sektor hilir. "Tidak ada di wilayah Bojonegoro bisnis hilir migas," tandasnya. (yna/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko