RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dari total 631 laporan keluhan motor brebet dan mogok yang diterima Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Kabupaten Bojonegoro menjadi daerah dengan jumlah laporan tertinggi.
Berdasarkan data terakhir, Bojonegoro mencatat 217 laporan atau sekitar 45 persen dari total keluhan di Jawa Timur.
Setelah Bojonegoro, kedua yakni Kota Surabaya dengan 122 laporan (18 persen), disusul Kabupaten Sidoarjo sebanyak 121 laporan (13 persen) dan Kabupaten Tuban 84 laporan (10 persen).
Sementara, daerah lain seperti Kediri, Gresik, Lamongan, dan Jombang masing-masing mencatat laporan di bawah 5 persen.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menyampaikan, penanganan terus dilakukan dengan memberikan kompensasi bagi warga terdampak.
“Sudah 500-an (motor) yang sudah menerima kompensasi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Ahad menjelaskan, proses pemberian kompensasi dilakukan dengan terukur, dan nominal menyesuaikan hasil verifikasi dari bengkel yang menangani kendaraan terdampak.
“Terukur menyesuaikan perbaikan penggantian part di bengkel,” tambahnya. Ahad menegaskan, bahwa pengujian lab sampel BBM, telah dilakukan bersama balai besar di bawah Direktorat Jenderal Migas.
"Diuji juga oleh tim Lemigas (Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi)," imbuhnya. Meski Pertamina mengklaim, bahwa hasil uji lab sementara menunjukan kesesuaian produk.
Namun, saat disinggung terkait penyebab motor brebet dan mogok, manajer komunikasi tersebut, masih belum menjawab. (dan/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko