Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Apel HSN Diikuti Tiga Ribu Peserta, Pemkab Bojonegoro Wajibkan ASN Wajib Berbusana Muslim

M. Irvan Romadhon • Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:00 WIB
Infografis Pelaksanaan HSN 2025 di Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Infografis Pelaksanaan HSN 2025 di Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Bojonegoro diwajibkan berpakaian busana muslim dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN).

Sesuai Surat Edaran (SE) Bupati Nomor:451/795/412.012/2025, pegawai lingkup pemerintah kabupaten (pemkab) menggunakan pakaian baju putih, sarung, dan peci hitam bagi laki-laki. Dan, busana muslimah nuansa putih bagi perempuan.

Kemudian, diinstruksikan kepada camat melaksanakan apel hari santri dengan sederhana dan khidmat. Berkoordinasi dengan kantor urusan agama (KUA), ketua lembaga keagamaan, dan tokoh agama Islam di wilayah masing-masing.

Apel HSN 2025 berlangsung pagi ini (22/10) di Alun-alun Bojonegoro. Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dipastikan hadir dan menjadi pembina apel. Sementara peserta apel berjumlah 3.000 orang.

Kegiatan HSN kali ini diperingati dengan tema Mengawal Indonesia Merdeka menuju Peradaban Dunia. "Untuk di alun-alun tetap ada upacara di tingkat kabupaten," jelas Kepala Bagian (Kabag) Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkab Bojonegoro Teguh Aris Setyobudi kemarin (21/10).

Pada momentum HSN 2025 menjadi pengingat peran santri dalam lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Termasuk kontribusi santri di Kabupaten Bojonegoro. Sehingga ke depan sinergitasitas antarpondok pesantren (pontren), kementrian agama (kemenag) dan pemerintah kabupaten (pemkab) terus ditingkatkan.

Kepala Kantor Kemenag Bojonegoro Amanullah mengatakan, apel Hari Santri 2025 dihadiri oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono. Sekaligus menjadi pembina apel.

''Forkompinda (forum komunikasi pimpinan daerah) turut hadir," ungkapnya.

Amanullah mengatakan, sebanyak 3.000 peserta mengikuti apel hari ini. Mulai dari santri pontren, siswa madrasah,  guru, hingga ustad.

Momentum Hari Santri 2025 menunjukkan lahirnya Bangsa Indonesia tidak terlepas dari peran santri. Sehingga ke depan santri harus memiliki porsi yang proporsional dalam memajukan bangsa. Termasuk di Bojonegoro.

''Kontribusi santri tidak diragukan," ungkapnya.

Amanullah menambahkan, negara juga turut hadir dalam menyeimbangkan sejarah dengan keberlangsungan pontren di era mendatang harus lebih baik.

Sementara Plh Kasubag TU Kemenag Bojonegoro Sholihul Hadi menambahkan, banyak tokoh masyarakat di Bojonegoro lahir dari santri. Tentu menunjukkan peran pontren dominan untuk kepentingan masyarakat.

''Sehingga sinergitas antar pontren, kemenag, dan pemerintah kabupaten (pemkab) selalu terjalin dan ditingkatkan," jelasnya. (yna/irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bupati bojonegoro #busana muslimah #asn #hari santri nasional #busana muslim #Kemenag Bojonegoro #pemkab bojonegoro #kemenag #aparatur sipil negara #bojonegoro #Setyo Wahono #alun-alun bojonegoro #hari santri #apel hari santri #hsn