RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Proses pengambilan api abadi dari kawasan wisata Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, menandai rangkaian peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-348, sejak Minggu (19/10).
Dilanjut malam harinya dilakukan kegiatan doa bersama oleh seluruh kepala desa di Bojonegoro.
Prosesi HJB ke-348 tahun ini berlangsung dengan nuansa sederhana namun tetap khidmat. Grebeg berkah yang biasanya dipusatkan di Alun-Alun Bojonegoro diganti doa bersama di semua desa.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Welly Fitrama menjelaskan, prosesi pengambilan api dilakukan secara khidmat pada pukul 14.00 WIB. “Tepat pukul 14.00 pengambilan api oleh Camat Ngasem dibawa ke Bakorwil,” terangnya.
Setelah tiba di Bakorwil Bojonegoro, api abadi kemudian diberangkatkan menuju gerbang Pemkab Bojonegoro sekitar pukul 19.00. Prosesi penyerahan dilakukan secara berjenjang, mulai dari Camat Ngasem yang mengambil api, diserahkan kepada Camat Bojonegoro Kota, diteruskan ke Ketua DPRD Bojonegoro, sebelum akhirnya diserahkan kepada Bupati Bojonegoro sebagai simbol penyatuan semangat dan harapan masyarakat.
Welly menambahkan, tahun ini prosesi HJB berlangsung dengan nuansa sederhana namun tetap khidmat. “Kegiatan hari jadi tahun ini memang ditiadakan grebeg dan berlangsung dengan prosesi sederhana namun khidmat. Pada malam harinya, Pak Bupati juga memerintahkan para kepala desa untuk menggelar doa bersama,” imbuhnya.
Sementara itu, Camat Ngasem Iwan Sophian menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pengambilan api berjalan lancar dan mendapat antusiasme masyarakat sekitar.
“Kegiatan pengambilan api tersebut telah dilakukan sesuai adat yang berlaku. Kami melibatkan unsur pemerintahan desa, tokoh masyarakat, dan agar prosesi tetap menjaga nilai-nilai budaya lokal,” ujarnya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana