RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Momentum Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-348, Pemkab Bojonegoro menggelar berbagai rangkaian kegiatan. Salah satunya ziarah makan dan petilasan leluhur kemarin (18/10) yang dilakukan Bupati Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua TP PKK Cantika Wahono. Tepatnya di Petilasan Eyang Prabu Angling Dharma.
Ziarah tersebut untuk meneladani leluhur dan tokok-tokoh di Bojonegoro. Juga mekankan semangat membangun Bojonegoro Bahagia Makmur, dan Membanggakan.
Ketua TP PKK Bojonegoro Cantika Wahono mengatakan selama dua hari bersama pemkab dan forkopimda berziarah ke leluhur. Mulai makam Haryo Matahun, Adipati Djojonegoro, Kanjeng Sumantri, Raden Mas Bagus Lancing Kusumo, dan Petilasan Eyang Prabu Angling Dharma.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan momentum HJB ke-348 ini berziarah untuk meneladani leluhur dan tokok-tokoh di Bojonegoro. Selain itu, pada HJB tahun ini pemkab menekankan semangat membangun Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan membanggakan.
"Semangatkan bukan ceremonial (perayaan)," ungkap wakil bupati usai ziarah di Petilasan Eyang Prabu Angling Dharma Desa Wotangare, Kecamatan Kalitidu.
Puncak peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-348 akan digelar besok (20/10) di Alun-Alun Bojonegoro. Upacara HJB akan diwarnai pertunjukan kolosal yang melibatkan 348 pelaku seni, menampilkan tari dan kesenian lokal seperti Tari Sufi, Wak Tangsil, Dadak Merak, Oklik, dan Tentara Cilik.
Selesai upacara, akan dilakukan boyong museum dan peresmian Museum Rajekwesi di bekas kantor Inspektorat Bojonegoro.
Menurut Ketua Panitia HJB ke-348 Arief Nanang Sugianto, pemkab menyiapkan kegiatan sosial berupa pembagian bantuan kepada pedagang kecil atau rengkek mlijo. Hiburan rakyat pun tak kalah menarik. Denny Caknan dijadwalkan tampil di GoFun Bojonegoro pada Kamis (23/10) mendatang.
Pengenalan kesenian lokal reog pada siswa SMP/SMA Bojonegoro, yakni Coaching Clinic juga turut memeriahkan rangkaian acara. Tepatnya Minggu (19/10) pukul 09.00, kemudian pengambilan api abadi dari Kahyangan Api yang diiringi pelari yang membawa api abadi ke Pendapa Pemkab Bojonegoro.
Dilakukan sekitar pukul 13.00. Kemudian, dilanjutkan dengan malam tasyakuran dan penyemayaman api abadi pukul 19.00.
“Tahun ini sedikit berbeda, setiap desa diharapkan melaksanakan tasyakuran dan doa bersama di desa masing-masing. Untuk Kabupaten dilaksanakan di Pendapa Malowopati,” jelasnya. (irv/ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana