RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Lomba Seblak Sampur atau Ibing Tayub Bojonegoro menjadi kegiatan pemanasan menuju puncak peringatan Hari Jadi Bojonegoro ke-348 yang jatuh pada 20 Oktober mendatang.
Kegiatan yang menjadi penanda semangat masyarakat menjaga warisan budaya tersebut digelar di Desa Sobontoro, Kecamatan Balen, Sabtu (11/10) lalu.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Welly Fitrama menyampaikan, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menghidupkan ekosistem budaya.
Penyelenggaraan lomba Seblak Sampur ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menekankan pentingnya perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan nasional.
“Bojonegoro ingin agar kebudayaan tidak hanya lestari, tapi juga menjadi sumber kebanggaan dan kesejahteraan bagi masyarakatnya,” ujarnya.
Kesenian Tayub Bojonegoro telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada 2021.
Menurut Welly, pengakuan ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama masyarakat Bojonegoro untuk terus menjaga dan mengembangkan nilai-nilai luhur pada kesenian ini.
Dengan harapan, kesenian Tayub bisa terus mengakar di masyarakat. Menjadi media ekspresi seni, mempererat hubungan antarseniman, juga menghidupkan ekonomi kreatif lokal.
Dia mengatakan, kegiatan Seblak Sampur Tayub Bojonegoro 2025 juga menjadi momentum memperingati Hari Jadi Bojonegoro ke-348 yang jatuh pada 20 Oktober tahun ini. Dengan tema Bersinergi untuk Bojonegoro Mandiri.
“Diharapkan tidak hanya menjadi hiburan rakyat, namun juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro dan kreatif yang turut berpartisipasi,” pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko