RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Angka kemiskinan di Bojonegoro kembali mengalami penurunan tahun ini. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro, pada periode Maret 2024 hingga Maret 2025, jumlah penduduk miskin di Bojonegoro berkurang sekitar 2.430 jiwa.
Pada Maret 2024, penduduk miskin mencapai 147,33 ribu jiwa atau sebesar 11,69 persen. Menurun menjadi 144,90 ribu jiwa atau 11,49 persen pada Maret 2025.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, Achmad Gunawan Ferdiansyah, membenarkan adanya penurunan angka kemiskinan di Bojonegoro. Dari 11,69 persen pada 2024 menurun menjadi 11,49 persen di 2025 tersebut.
’’Penurunan tersebut adalah pada periode Februari 2025,’’ ujarnya kemarin (12/10). Menurut sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro tersebut, intervensi pemerintah daerah (Pemda) Bojonegoro dalam penurunan angka kemiskinan ini melalui beberapa hal.
Meliputi, bantuan sosial (bansos), pemberdayaan usaha ekonomi produktif, serta masuknya investasi yang menyerap tenaga kerja ke Kabupaten Bojonegoro.
’’Sedangkan untuk 2025, program unggulan Pemkab adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui gerakan ayam petelur mandiri (Gayatri) yang disokong oleh anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes), dan Corporate Social Responsibility (CSR) beberapa perusahaan,’’ terangnya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto mengatakan, penurunan persentase penduduk miskin di Bojonegoro tak terlepas dari beberapa program Pemkab. Setiap tahun pemkab mengalokasikan anggaran untuk pengentasan kemiskinan di dinas terkait. Termasuk di dinsos yang fokusnya di bantuan sosial (bansos) berupa uang.
’’Bansos tersebut untuk penanganan Kemiskinan warga yang terdata di data kemiskinan daerah (Damisda),” ungkapnya. Menurut Antok di dinas-dinas lain juga terdapat program pengentasan kemiskinan berupa bantuan untuk usaha. Semua program tersebut di bawah koordinator bappeda.
Tren penurunan angka kemiskinan ini terjadi di Bojonegoro sejak lima tahun terakhir. Pada 2021 terdapat sebanyak 166,52 ribu jiwa penduduk miskin di Bojonegoro dengan presentase mencapai 13,27 persen. Menurun menjadi 12,21 persen penduduk miskin, tepatnya 153,40 ribu jiwa pada 2022.
Kemudian, menurun menjadi 12,18 persen atau 153,25 ribu jiwa penduduk miskin di 2023. Selanjutnya, menurun menjadi 11,69 persen atau 147,33 ribu jiwa pada 2024. Dan, kembali mengalami penurunan menjadi 11,49 persen atau 144,90 ribu jiwa penduduk miskin di Bojonegoro tahun ini.
Selain itu, berdasar data BPS, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Bojonegoro pada Maret 2025 sebesar 1,46 mengalami penurunan sebesar 0,53 poin bila dibandingkan dengan Maret 2024 yaitu 1,99. Sedangkan, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Bojonegoro pada Maret 2025 sebesar 0,48 mengalami penurunan 0,21 poin jika dibandingkan Maret 2024 yaitu 0,48.
Namun, angka kemiskinan Bojonegoro masih di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur, yaitu 9,5 persen. Lalu, secara peringkat pun Bojonegoro masih belum turun, yakni masih bertengger di peringkat ke-11 kabupaten termiskin se-Jawa Timur. (ewi/irv/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana