RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tercatat baru tiga koperasi desa/kelurahan merah putih (KDMP) baru beroperasi, dari total 430 desa/kelurahan. Rerata mengoperasikan unit usaha gerai sembako. Modal usaha masih belum memanfaatkan dana yang dialokasikan melalui himpunan bank milik negara (himbara) alias belum mengajukan peminjaman.
Berdasar data dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD), baru tiga desa mengoperasikan KDMP. Di antaranya Desa/Kecamatan Padangan; Desa Tlogoagung, Kecamatan Baureno; dan Desa Campurejo, Kecamatan Kota.
’’Tiga desa sudah menjalankan KDMP,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro, Machmuddin pada Rabu (1/10). Dia melanjutkan, rerata unit usaha dijalankan yakni gerai sembako.
Dan, belum menggunakan modal pinjaman yang telah disediakan di bank himbara. ’’Seperti KDMP Desa/Kecamatan Padangan itu dari anggotanya. Belum mengajukan pinjaman ke (bank) himbara,” beber dia.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua KDMP Desa Tlogoagung, Kecamatan Baureno Moh. Makrus Ali mengatakan, koperasinya sudah berjalan sejak 17 Juni. Unit usaha dijalankan gerai sembako dengan bekerja sama dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.
Saat disinggung lebih lanjut terkait omzet didapat saat ini, Makrus, sapaannya tidak memberi jawaban pasti. Sebab, terkait penghasilan pihaknya menerima profit sharing secara bersih. ’’Manajemen barang dan sistem dikendalikan sama Ponpes Sunan Drajat,” katanya.
Pihaknya menambahkan, hanya menyediakan tempat. Sedangkan, untuk modal menerima dukungan penuh dari pihak desa. ’’Kami hanya menyediakan tempat. Dalam hal ini (modal usaha) di-backup penuh sama bu lurah (kepala desa),” beber Makrus.
Sementara itu, berdasar data dihimpun, untuk unit usaha KDMP Desa/Kecamatan Padangan berupa gerai sembako. Dan, menerima suplai beras dari badan urusan logistik (bulog) cabang Bojonegoro. Serta, KDMP Desa Campurejo, Kecamatan Kota membuka gerai sembako, gas, dan meterai ekspedisi pos. (yna/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana