RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sebagian ayam dari program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) telah menghasilkan telur. Namun, di balik itu, kendala di lapangan masih kerap dirasakan keluarga penerima manfaat (KPM). Mulai dari ayam sakit hingga mati.
Hal tersebut disampaikan oleh salah satu KPM Gayatri asal Kecamatan Ngasem. Menurutnya, ayam-ayam dari bantuan Gayatri sudah mulai bertelur, meski belum semua. Dalam perawatannya, ia mengaku cukup bingung ketika ayam-ayam tersebut sakit.
Kemudian, mencari informasi di kanal YouTube para peternak ayam petelur, terkait obat dan aturan pemakaiannya untuk ayam yang sakit. ’’Pertama, dapat 54 ekor, sekarang tinggal 48 ekor, mati enam ekor, karena sakit tidak mau makan,” beber perempuan yang enggan disebut namanya tersebut.
Terpisah, Eksan, KPM Gayatri asal Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem mengatakan, ayam-ayam yang diterima dari bantuan program Gayatri telah bertelur. Manfaat yang ia rasakan, dapat memajukan ekonomi keluarga. Jika, hasilnya maksimal.
’’Sebagian hasil telur dijual untuk beli pakan. Kalau mendapat pakan subsidi lebih baik,” terangnya.
Sementara itu, dosen sekaligus praktisi peternakan, Awaludin Ridwan, menyoroti adanya laporan ternak ayam yang mati di lapangan. Ia menilai penyebabnya perlu dipastikan lebih dahulu. ’’Memang perlu diteliti apakah virus atau kondisi iklim,” ujarnya.
Awaludin juga menekankan, pentingnya perawatan kandang secara rutin. ’’Kandang memang butuh disemprot disinfektan. Sementara ini, perlu rutin disemprot tiap minggu biar virus mati,” imbuhnya.
Selain itu, perhatian terhadap kesehatan ternak juga diperlukan. Agar produktivitas ayam petelur ini tetap terjaga. ’’Jadi, memang butuh ketekunan dan jam terbang,” pungkasnya. (ewi/dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana