RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sekitar 304 desa belum melaksanakan program gerakan ayam petelur mandiri (Gayatri) hingga Selasa (16/9). Tepatnya, dari 419 desa di Bojonegoro, baru sekitar 115 desa yang telah melaksanakan program gayatri.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro, Machmuddin menyampaikan, total anggaran program Gayatri sekitar Rp 45,2 miliar yang menyasar kepada 2.631 keluarga penerima manfaat (KPM) di 419 desa di Bojonegoro.
Dari jumlah total tersebut, sudah terealisasi kepada 612 KPM di 115 desa. Dengan anggaran mencapai Rp 11,1 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
‘’Total anggaran Rp 45,2 miliar yang menyasar pada 2.631 KPM di 419 desa,’’ ujarnya.
Sebelumnya, anggaran program Gayatri berasal dari berbagai sumber. Meliputi, 10 persen dari alokasi dana desa (ADD), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), hingga memanfaatkan dana corporate social responsibility (CSR). Sehingga, jumlah KPM pada masing-masing desa berbeda.
Kepala Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kosim mengatakan, program Gayatri di desanya belum berjalan. Namun, sudah pesan ayam petelur, rencananya minggu depan akan sampai.
Sedangkan, untuk kandang dan pakan ayam sudah berada di lokasi masing-masing KPM.
‘’Total ada 5 KPM di Desa Tinumpuk. Bersumber dari ADD, tidak mendapat dari CSR maupun APBD,’’ terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kauman, Yulia Purwaningtyasari menyampaikan, program gayatri di desanya sudah mulai berjalan saat ini. ‘’Sudah (mulai berjalan),’’ bebernya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana